0

Misteri Raja Monyet Siluman

Misteri Raja Monyet Siluman, Akok seorang pengusaha yang aku lihat , tetapi tidak dengan apa yang di katakan oleh orang di sekitarnya, mereka bilang akok adalah jelmaan monyet siluman , ah masa iya, lagian siluman kan nggak gentayangan di siang hari kan ? he he , apalagi menurut para pengusaha lainya yang mau tak mau notabene adalah rival dalam usahanya “

Iya  ba, katanya berapi api, aku lihat ia menjelma menjadi seekor monyet , berbulu , bertaring tajam dan mengerikan ! pokoknya seram deh ! katanya yang di amini oleh kawan kawan lainnya, dan aku dengar itu lebih mirip koor dari pada sebuah pengakuan, ah bagaimana kalian sajalah, sedang aku adalah orang yang nggak dapat percaya begitu saja sebelum semuanya terlihat jelas dan nyata.

Tetapi yang jelas dan nyata aku lihat adalah ,kekalahan merekalah yang menyebabkannya, sebab yang aku lihat perkembangan usaha akok begitu pesat berkembang dan ada yang mirip dengan apa yang apa di katakan warga atau yang kita sebut rival dalam usaha akok ini, ya,

Wajahnya yang sedikit hitam dan juga bercambang dan berjenggot, ya mirip mirip si tenyom itu, oh ya si monyet itu, he he tetapi rupa tak mengartikan seperti itu kan ?, rupa boleh seperti apa saja kan , sedang hati siapa yang tahu, dan siapa tahu dia orang baik tak seperti anggapan orang orang, dan di antara omongan orang orang , mungkin saja satu atau dua mungkin karena rasa iri dan kebencian , bahaya kan ?

Dan , omongan atau gosip tentang akok terus berkembang ! tapi yang aku lihat akok tenang tenang aja , bahkan usahanya semakin pesat ! tahukah ia atau pura pura tidak tahu akan apa yang orang orang gosipkan tentangnya ? nggak tahu  juga sebab hanya dialah yang tahu apa yang ada dalam pikiran dan hati dia sendiri, ya kadang akok seakan hilang , seminggu atau dua minggu ,

Dan hal ini pun menjadi kekuatan bagi para gosiper dalam menuduh akok ! katanya akok lagi semedi dan melakukan persembahan agar usahanya bertambah lancar, atau mungkin saja ia lagi mencari tumbal untuk pesugihannya di luar tempat tinggalnya dan banyak lagi tuduhan tuduhan miring yang di tujukan padanya.

Bahkan ada yang mengatakan, jika ingin melihat akok menjadi seekor monyet siluman , intailah pada malam jumat kliwon katanya ! maka akan kau dapati ia menjelma mejadi seekor monyet siluman beneran ! kata orang itu “ ah yang bener saja  “ pikirku.

Dan rasa penasaranku mendorong aku yang selalu di liputi rasa penasaran akan hal hal yang belum tentu kebenarannya, he he dan malam ini aku di sini ya, di belakang rumah akok sang raja monyet siluman itu , seperti yang orang orang katakan ! dan aku menunggu akan apa apa yang orang ceritakan , dan aku masih bertanya pada diriku sendiri, apa aku mampu melihat kejadian yang mengerikan itu, jika saja akok benar benar menjelma menjadi seekor kera atau monyet siluman, atau bagaimanakah jika ia tahu bahwa ia sedang aku intip ?

Tiba tiba bulu kuduk ini merinding dan angin meniup dari belakangku seakan sesuatu yang menyeramkan akan datang, pikiranku tak menentu akan bayangan bayangan akok yang seram dan menakutkan , tetapi ku paksakan dan tetap mengintai,mengendap sendirian, tetapi belum aku lihat akok muncul seperti cerita yang tersebar ! ah malah dingin yang aku rasakan.

Ku lihat jam di tanganku sudah mengarah angka 01 malam ! tetapi mana si akok itu , kok belum muncul juga ? tanya hatiku. Ketakutanku yang berubah menjadi rasa penasaran, dan angin tiba tiba berhembus dan aku tak tahu apakah itu pertanda  ? suatu pertanda akan datangnya sesuatu dari alam ghaib atau hanya kebetulan sebab pada musim kemarau hal itu biasa .

Bahwa angin akan selalu berhembus kencang. Seseorang terlihat berjalan di lantai dua rumah akok , dan aku jelas melihatnya, menuju teras rumah di loteng lantai dua rumah akok, dan ya sekarang semuanya jelas, ya, akoklah itu, ku lihat ia berdiri sendiri di teras rumah lantai dua, menyilangkan tangannya dan kurasa ia merasakan apa yang aku rasakan, he he rasa dingin, terlihat mengeluarkan rokok dan menyulutnya, sejenak ia kembali ke dalam , tak lama ia kembali membawa segelas air dan nampak hangat yang aku kira itu adalah kopi hangat , duduk dan menikmati rokok dan minuman yang tadi ia bawa, tak ada yang aneh pikirku .

Saat ramai orang orang dan akok ku lihat masuk ke dalam rumahnya, aku pun kaget ada apa dengan orang orang kampung  malam malam begini ?  mereka berteriak seakan akan mengepung sesuatu atau seseorang, wah ada pencuri kiranya ! dan aku bergegas menghampiri orang orang yang sedang berkerumun dengan senter dan senjata di tangan,lalu aku bertanya “ ada apa ini , apa ada pencuri, dan siapa serta apa yang di curinya ? tanyaku.

Jhon kemot yang menjawabku “ Eh ba , bukan pencuri, tetapi ada seekor kera , ya aku rasa kera itu adalah si akok  ! katanya seakan ia merasa pasti bahwa monyet tersebut adalah jelmaan akok, padahal baru saja aku melihat akok , tetapi …aku tak lanjutkan karena orang ramai bertepuk tangan dan berteriak  “ dapat , dapat ! teriaknya di susul dengan orang orang yang membawa sekor kera yang terikat, ah kasihan aku melihatnya, jika benar akok nggak apa dan itu bayaran dari hasil perbuatannya, tetapi jika bukan ?, sungguh aku nelangsa akan nasib primata tersebut, dan mereka membawanya ke tanah lapang di beri ikatan lebih kuat dan di talikan pada tiang bambu yang mereka buat dengan kuat.

Lalu , apakah benar itu jelmaan akok ?,seorang ahli supranatural di datangkan, ia terlihat komat kamit , menatap sang monyet dan berkata “ mengakulah atas kesalahanmu hai manusia busuk ! katanya, orang orang banyak menyaksikan , arah jam sudah pukul tiga. Udara masih terasa dingin , dan monyet itu tampak menyeringai dan berusaha melepaskan diri “ bagaimana ki , mengaku nggak si akok ini ? tanya para warga , yang di panggil ki ,ya namanya ki kiciwis mengatakan biarlah , sekarang si akok nggak mau mengakui perbuatannya, mungkin aki harus memaksanya ! katanya,

Lalu ia mengeluarkan suatu bungkusan , di letakannya di piring kecil perunggu di taburkannya dan lalu menyulutnya dan aroma mistis menyebar dari aroma kemenyan yang di bakarnya dan malam merangkak pelan , ingin membuka rahasia suatu keajaiban atau ini hanya sebuah gurauan saja atas prasangka yang belum tentu benar tidaknya ?

Dan para warga semakin penasaran akan apa yang akan terjadi , begitu pula dengan aku “ apa benar masih ada jelmaan siluman siluman dan itu nyata ? pikirku penasaran. Menunggu beberapa saat , dan ki kiciwis komat kamit lagi , mendengungkan rapalan dari mantera manteranya, asap kemenyan mengepul dan tiba tiba terdengar jeritan kesakitan dari monyet yang terikat di tiang bambu di hadapan ki kiciwis, orang orang merasa tercekam dan ki kiciwis berkata “ hem..akhirnya ia mau mengaku juga, tetapi ia meminta untuk di lepaskan , dan ia berjanji tak akan mengganggu warga yang lainnya ! katanya.

Dan para warga berteriak “ lah jangan biarkan ki , habisi saja biar kita aman dan siluman monyet itu tak mengganggu kita lagi, siapa tahu dia hanya berjanji hanya untuk menyelamatkan dirinya ! kata para warga “ Jika itu mau kalian  silahkan saja, tapi aku tak mau bertanggung jawab atas itu ! kata ki kiciwis matanya yang agak cekung memandang para warga yang saat itu juga terdiam ,lalu salah satu di antaranya berkata “ Baiklah ki, kami turuti apa yang aki katakan, maka tali pada ikatan si monyet yang di sangkakan akok itu di lepaskan dan kali ini aku pun aku ikut memegangiya, ada yang aneh yang aku rasa dan warga lain tak melihatnya !

Apa itu ? ya aku lihat ada sebuah bekas sundutan api di bagian selangkangan si monyet “ ada ada saja ki kiciwis ini, aku kira monyet ini benar benar menjerit karena mantra yang luar biasa , tak tahunya..” tak aku teruskan sebab semua ikatan telah di lepaskan dan monyet itu segera berlari di sela cacian warga “ Pergilah siluman , ketahuan sekarang kau siapa “ Terima kasih ki ! kata para warga , mereka bersalaman dan menyelipkan uang jasa berupa amplop yang aku kira berisi uang di dalamnya “

He he lumayan juga ya main sandiwara di pagi buta ini, dapat banyak rejeki dan beristirahat di pagi hari, lalu bagaimana dengan akok  ? ya pertanyaan itu ada dalam hatiku yang bersegera aku kembali mengintip ke rumah akok , sebab jika benar ia siluman yang di sangkakan mungkin akan ada keganjilan padanya di pagi ini.

Dan tak lama aku sudah mengendap lagi di rumah akok , ya masih jam empat menjelang subuh “ Masih ada waktu “ pikirku tetapi hening “ Kemana si akok itu ya, apa memang benar ia monyet jejadian tadi dan merasa kesakitan , agak sedikit percaya hatiku, walau untuk sesaat sebab tiba tiba aku lihat seseorang muncul di tempat akok tadi berdiri sebelum aku meninggalkannya karena adanya monyet yang di kepung warga dan di sangka si akok ini, mengawasinya dengan cermat , apakah ia benar benar akok ? ya ia akok lalu aku awasi saat ia berjalan , tak ada tanda tanda kesakitan , juga ia santai lagi duduk di kursinya, ya menunggu pagi dan udara yang segar mungkin .

Kali ni ia membawa makanan ringan mecicipinya dan di sertai segelas susu dan terlihat ia merokok lagi, mengepulkan asapnya yang akul ihat sangat nikmat di pagi yang segar ini , dan kepalaku pusing , mengapa bisa jadi begitu  ? bukankah ia tadi telah tertangkap, tak aku teruskan tetapi yang jadi pertanyaan ialah siapa sekarang yang sebenarnya menjadi siluman monyet yang menggemparkan itu, monyet yang rakus atas makanan dan apa saja , nggak tahulah ! mungkin sobat misteri punya jawabannya dan semoga bukan sebuah prasangka ya !, salam penuli. 16

 

 

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *