0

Agama : Alat Kebersamaan Itu Bernama Agama !

Agama : Alat Kebersamaan Itu Bernama Agama , Agama, mengapa judul di atas seperti itu ? sejenak kita akan pikirkan, mengapa kalimat itu ada dan tersedia bagi kita, padahal agama yang ada di dunia ini berbeda – beda antara agama yang satu dengan agama yang lainnya.

Sejenak pula kita teliti, ya , agama yang ada di dunia dan di turunkan oleh tuhan kelihatannya berbeda, dan itu tak di pungkiri, minimal dari tatacara beribadat antara agama yang satu dan agama lainnya.

Tetapi , jika kita merunut dari perbedaan yang ada di antara semua agama, justeru dari perbedaan itulah timbul sebuah kebersamaan dalam berpikir dan hidup secara damai di antara agama yang satu dengan agama yang lainnya.

Dan itu adalah hal yang indah dan menakjubkan, bahwa sebuah perbedaan adalah karunia besar dari Allah untuk kita semua, untuk kita sebagai manusia membuat sebuah perbedaan menjadi sebuah kebersamaan yang indah, hidup rukun, tentram , aman dan juga damai.

agamawe

Sisi lain dari perbedaan sebuah agama

Seperti di singgung di atas, perbedaan di antara agama yang satu dengan agama yang lainnya pastilah ada, namanya pun beda, tetapi yang perlu kita ingat adalah, semua agama itu berbeda dalam tata pelaksanaan cara beribadat dari masing – masing agama yang ada.

Tetapi ada yang terlupa atau kita lupakan, semua agama , tak terkecuali, akan mengajarkan hal – hal seperti berikut ini :

  • Mengimani apa yang ia percaya sebagai tuhan yang ia sembah tanpa mengecilkan apa yang di pertuhan atau di sembah agama lain
  • Semua agama , dengan kebenarannya akan memerintahkan untuk beribadat terhadap Tuhannya yang di percaya oleh agama yang ia anut
  • Setiap agama , akan mengajarkan nilai – nilai kebaikan dan mencoba untuk mengimplementasikannya dalam kehidupan
  • Setiap agama, pastilah akan mengajarkan agar menghargai dan menghormati agama lain yang ada di muka bumi ini.
  • Dan, ada banyak pengajaran – pengajaran , bagaimana menghargai satu agama dengan agama lainnya.

Agama dalam kehidupan

Tetapi dalam kehidupan nyata manusia, terkadang terjadi benturan, yang terkadang mengarah pada agama tertentu, kita katakan itulah sebuah kehidupan, walaupun pada sejatinya hal tersebut tak perlu terjadi, andaikata :

Seseorang dengan agamanya, memahami apa yang di ajarkan agamanya sebagai sebuah kebaikan bagi manusia lainnya.

Memahami secara benar , apa yang terkandung dalam agama yang ia anut, apakah kita sebagai manusia membuat aturan atau agamalah sebenarnya yang menjadi aturan dalam hidup dan kehidupan kita ?

Mengapa perbedaan yang senyatanya Tuhan buat kita jadikan sebuah permusuhan di antara agama yang satu dengan agama lainnya ?

Andai kata seseorang tahu, jika dalam gerak kehidupannya ia beragama, maka seyogyanyalah ia memperlihatkan , keadilan, kearifan dan juga kebijaksanaan dari apa – apa dan yang di ajarkan oleh agama yang ia anut dan bukan sebaliknya !

Agama, adalah alat dari sebuah kebersamaan

Tak kita nafikan ! agama adalah sumber dari segala sumber kebaikan juga aturan dari Tuhan untuk seluruh manusia , tetapi, terkadang manusia merasa dialah si pembuat aturan di dunia ini, lupa diri dan justeru memperlihatkan seakan agamanya yang paling baik, dan saat akal dan pikirannya yang terbatas buntu, pada siapa dan aturan dari apa tempat ia kembali ?

Sedikit kalimat lebih baik daripada berdusta dari banyak kata – kata, biarlah kita tak kelihatan mengenakan pakaian yang biasa di pakai sebagai ciri agama , dan lebih baik di lakukan , tetapi kita memegang agama, biarlah kita tak terlihat dan kelihatan baik, padahal kita memiliki kebaikan dan biarkanlah ada banyak kata yang memperkeruh suasana, tetapi kita memegang suasana hati yang damai, satu dan di antara pemeluk sebuah agama, dan keragaman tersebut menyatu dari agama yang ada dan berbeda – beda sebagai alat pemersatu bangsa yang bhineka tunggal ika, salam damai !

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *