0

Aku Dan Sang nabi

Aku Dan Sang nabi, Berkatalah dalam sunyi, dari bait – bait puisi yang sebentar lagi berdiri, dan lalu kemudian ia pergi, entah kemana ? lalu katakanlah tentang sebuah cinta !

Pabila cinta memanggilku, maka ikutilah dia walaupun jalannya terjal berliku, dan apabila sayapnya merangkulmu pasrahlah serta menyerah, menyerah dan bukan berarti kehinaan dalam ketidak berdayaan , tetapi menyerahlah, walau pedang tersembunyi di sela sayapnya melukaimu karena memahami dari jalan cintamu itu sendiri.

Dan jika ia bicara padamu, percayalah, walaupun ucapannya seakan membuyarkan mimpimu, karena dia bukanlah sebuah mimpi , tetapi realita dari sebuah kehidupan cintamu, dan kau pilih untuk dirimu.

Sebagaimana cinta memahkotaimu, demikian pulalah ia menyalibmu,demi pertumbuhanmu dan juga demi pemangkasanmu, di mana sebuah cinta tak pernah membedakan satu dengan yang lainnya, tak seperti dirimu, manusia yang lali akan cintamu.

Namun, jika dalam kecemasan, hanya kedirian cinta dan kesenangan yang kau cari, maka lebih baik bagimu menutupi tubuh lalu menyingkir dari papan penempaan. Memasuki dunia tanpa batas, di mana kau dapat tertawa walaupun tak sepenuhnya.

Tempat kau menangis dan menghabiskan airmata

Cinta tak memberikan apa –apa,kecuali memberikan keseluruhan dirinya utuh penuh, dan tak mengambil apa – apa kecuali dari dirinya sendiri. Cinta tak memiliki dan juga dapat engkau miliki, pabila kau mencintai, janganlah engkau berkata “ Tuhan ada di dalam hatiku “ tetapi sebaiknya engkau merasa “ Aku berada di dalam Tuhan “.

Jangan mengira, bahwa kau dapat menentukan arah cinta, karena cinta dan pabila kau telah di pilihnyamaka ia akan menentukan jalan hidupmu.

Cinta tiada berkeinginan, selain mewujudkan maknanya tetapi jika kau mencintai di sertai berbagai keinginan, wujudkanlah ia demikian, seperti maumu ! meluluhkan diri, mengalir bagaikan kaliyang memberimu persembahan malam.

Pulang di kala senja dengan hati seringan awan, mensyukuri hari baru penuh sinar kecintaan dan merenungkan puncak – puncak getaran cinta itu sendiri, dan syukur penuh di rongga dada , kemudian terlena dengan doa bagi yang tercinta dan puji syukur tersungging di bibir senyum, atas namanya, cinta akan ada dan abadi bagi mereka yang beruntung memilikinya, dengan ikhlas.

 

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *