0

Dunia Lain Dan Misterinya, Perjalanan ke 1

Dunia Lain Dan Misterinya, Perjalanan Ke 1, Perjalanan ke satu,aku berjalan melewati lorong waktu untukmencari tahu apa yang tengah terjadi di masa lalu ? dan sepertinya lorong waktu tersebut di jaga oleh para begundal masa lalu, baju baju hitam yang mereka pakai seakan menunjukan akan siapa dia dan apa kekuatannya, rambut rambut yang panjang dan gimbal yang pada masa kini pernah menjadi trend,  bagi mereka itu seakan sebagai sebuah senjata yang dasyat dan mengerikan.

Dan, aku hanya tersenyum melihat pemandangan itu, mereka seakan menghalangi untuk masuk ke masa lalu, tetapi biarlah , lupakan saja itu ! sebab aku pun telah siap dan mempersiapkan akan apa apa yang akan aku hadapi untuk perjalanan ke satu, ke masa lalu, dan itu tidak semudah yang terpikirkan , ya, tidak semudah itu !.

Mereka menghalangiku saat aku mendekati gerbang yang mereka jaga dan bertanya “ Siapa kamu, dan apa tujuanmu ? si baju hitam yang nampak seram dan kelihatannya sebagai pemimpin begundal penjaga alam masa lalu tersebut, dan aku jawab “ Maapkan aku sobat, aku mencari tahu masa lalu yang kau jaga itu, biarkan aku masuk dan janganlah mengganggu , jawabku.

Tidak semudah itu, lagian kau hidup bukan di masa itu, dan aturan alam kau langgar, janganlah kau masuk, pergilah dari sini dan akan aku maapkan apa yang telah menjadi kesalahanmu ! si pemimpin bicara lantang dan bersikeras menghalangiku untuk masuk ke alam ke satu  perjalananku. Aku pandangi dia, bahkan satu persatu dari mereka yang menghalangiku dan aku berkata “ baiklah, kau larang aku masuk  tetapi tetaplah aku akan lanjutkan perjalananku, tantangku, belum sempat basah apa yang aku ucapkan , dan rupanya terbakar kemarahan atas kata kataku  si pemimpin begundal alam lain itu mengibaskan rambut gimbal panjangnya, benarlah dugaanku ! itu adalah senjata yang dasyat dan di gunakan untuk menyerangku , seakan akan sebuah halilintar yang bergemuruh.

Cahayanya sangat menyilaukan mata, dalam alam biasa seperti sinar laser yang menyembur mata, apa yang akan terjadi ? tentu yang kita bayangkan adalah sebuah kematian , berikut kerusakan yang di timbulkannya, aku hanya bersidekap dan mengkonsentrasikan diri menghadapinya dan ‘ blaarr ! seakan akan dua kekuatan beradu dengan sangat dasyatnya, aku bergeser sedikit kebelakang , tak lebih sejengkal, dan apa yang terjadi dengan mereka ?

Mereka terjengkang kebelakang , terhuyung dan jatuh, tetapi masih nampak bisa untuk bangkit, walau aku tahu kekuatan mereka tujuh puluh lima persennya telah hancur akibat berbenturan degan kekuatanku, dan masih penasaran dan mereka menyerangku kembali, tapi kali ini dengan lecutan api yang merah membakar, dan aku hanya diam , memandangi mereka mendekat, lalu aku tarik napas dalam dalam  dan menyalurkan kekuatan tirta sukma, di mana api sebesar dan sepanas apa pun kecuali api neraka tentunya ! , akan padam dan terasa dingin serta tak terasa dampak dari kekuatan panasnya.

Akhirya mereka kalah telak, kekuatan mereka seakan akan musnah sampai ke akar akarnya, jatuh dan mengerang, kudekati mereka dan bersiaga, siapa tahu mereka berpura pura walau dalam keyakinanku mereka tak akan dapat berbuat apa apa lagi, apalagi untuk menyerangku, tetapi aku haruslah tetap waspada, mereka bukan manusia dan siapa tahu ada sesuatu kekuatan yang mereka sembunyikan dan tak aku perkirakan “ dan aku berkata “ bangunlah,apa ku di izinkan masuk sekarang ? tanyaku. Mereka hanya diam, seakan akan ada suatu kekuatann yang menelikung rahasia ke satu alam lain lorong waktu.

Itu benar, seberkas sinar seakan menyapu mereka dan menghilangkannya dalam pandanganku seketika ! ya itu rahasia mereka dan biarkan begitu  ! pikirku dan gerbang alam lain tersaput mega seakan tak usah aku masuk ke dalamnya dan aku singkap dengan ilmu menembus batas yang aku miliki dan terbukalah pintu lorong waktu ke satu , seakan terbang , aku masuk ke dalamnya melewati lorong yang seakan membawaku ke alam yang akan menjawab apa apa yang ingin aku tahu tentangnya.

Dan sampailah pada tujuanku, alam lain dari lorong waktu yang ku tembus, dengan ilmu dan kekuatan tentunya, nampak asri, rerumputan hijau terhampar bak permadani, juga udara yang terasa lain jika saja aku bandingkan dengan alamku di masa kini, terasa nyaman dan menentramkan.

Lalu adakah sebuah kehidupan ?

Dan aku tak menyangka, ya sangat sempurna, sebuah kehidupan tergambar di dalamnya, sama halnya seperti kita di masa kini, rumah, dan apa yang ada bagi sebuah kehidupan juga ada di sana, hanya ada pebedaannya, tak ada kebisingan dan deru kenalpot dari kendaraan kendaraan masa kini yang mengotori udara , di sana tak aku temukan hal seperti itu, terasa udara mengalir segar dan aku rasa sangat menyehatkan sekali, lalu ? ya alam pun demikian, begitu asrinya !, di mana yang kita lihat di sini di masa kini alam terkotori oleh berbagai kerusakan , tidak untuk di alam ini, aku pun tak mengerti bagaimana cara mereka sedemikian rupa menjaga alam ini tanpa modernisasi ?

Dan sesuatu aku dengar, derap langkah sesorang seakan mendekatiku, mereka berkelebat kawan, seperti terbang ! dan aku tak heran, sebab ini bukanlah alam kasar seperti yang aku jalani dalam kehidupanku, aku bersiaga siapa tahu begundal yang menghalangiku di gerbang tadi telah pulih dan berniat menyerangku, atau ia mencari bantuan untuk mengalahkanku, buyar ! bukan seperti perkiraanku, yang datang adalah seseorang yang tampak alim, di iringi yang lainnya, wajahnya seperti membentuk cahaya, dan aku sedikit berkedip dan ia bertanya serta mengucapkan salam “ selamat datang, dan apa maksud anak datang ke tempat yang bukan tempat semestinya untukmu nak ?

Aku jawab salamnya, dan aku pun berkata “ ya, aku tahu itu dan maapkanlah, bukan dan tak ada maksud untuk merusak alammu , aku hanya seorang pengelana dunia lain dan aku lewati lorong waktu dan tiba di sini, jawabku. He he ia tertawa, seakan akan ia mengetahui apa yang ada dalam benakku, ia mangut mangut, lalu, “ untunglah anak selamat, jika tidak anak mungkin entah di mana, ya di tempat semua orang enggan untuk ke sana tapi syukurlah “ katanyahe he , ia tertawa lagi, “ lalu maksud anak ? entahlah , kepenasaran membawaku pada perjalanan, lewati waktu dan masa, jawabku “ ia memandangku,” begitu ya ?, “ jika seperti itu tahukah anak , apa yang menghalangi anak di gerbang tadi ? tanyanya seakan akan ia ingin mengujiku, dan aku pikirkan , tak ada jawaban untuk itu, ia tersenyum kembali “ hehe jawablah dengan ilmu nak, ya ia berkata dan yang kurasakan sebagai nasihat untukku. Sudah kau pikirkan jawabannya nak ? ia bertanya lagi.

Aku hanya menggelengkan kepala sebagai isyarat, dan ia paham rupanya, dan yang tak aku mengerti mengapa wajah itu seperi tersaput cahaya dan aku merasa seakan mengenalinya, siapa dia , ? tak sempat terjawab dan ia berkata “ he he jangan bingung nak, aku mengenalimu sebagai atma, aku dekat denganmu sebagai firasat dan aku menuntun jalanmu sebagai kehendak, kenalilah itu nak, aku hanya manggut dan kata kata itu seakan sesuatu kesegaran yang sulit aku dapatkan, di mana di masa alam kehidupanku, manusia pada egois dan memikirkan kepentingannya saja walau merusak sekalipun !.

Dan sang penjaga alam masa lalu ini,” kenalilah juga oleh dirimu”, ia berbicara dan seakan ia meminta, “ Lalu siapakah mereka ? akhirnya aku bertanya. “ itu yang ingin aku sampaikan nak, mereka adalah hawa nafsumu sendiri, kedirianmu sendiri dan nak jadikan suatu bentuk seperti sebuah penghalang dan merusak, dan itu benar adanya, hawa nafsu seseorang akan membakar dan merusak kehidupannya nak, dan maapkan , sekarang segeralah pergi , jasad nak menanti dan bawalah nasehat nasehat tadi sebagai oleh oleh dari alam ini, ia manggut dan tanpa aku tahu meski di hadapanku ia seakan hilang dari pandangan, hanya yang aku dengar hanyalah “ pergilah sekarang , dan bawalah apa yang aku berikan ! ya aku sadar tak selamanya aku berada di alam masa lalu ini , sangat berbaaya , dan aku pun pejamkan mata dan menggunakan jalan menembus kabut, di mana sukmaku seperti terbang melayang , menembus segala dimensi dan tak terbatasi untuk kembali ke alam di masa kini, ku buka mata dan pulihkan kesadaran sepenuhnya, sebilah belati di ujung lantai berdiri, sebagai sebuah kerahasiaan , akan bagaimana sebuah senjata kita gunakan, untuk merusak atau untuk hal yang berguna kita gunakan, salam penulis.

 

 

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *