0

Baca Ini Pernikahanmu, Aku Dan Sang Nabi!

Pernikahanmu, Aku Dan Sang Nabi, Berpasanganlah engkau telah di ciptakan, dan selamanya engkau akan berpasangan, sebuah intuisi dari kalimat yang tercipta , sebagaimana kita berasal dan di ciptakan, seorang untuk berpasangan, seiring dan sejalan, bukankah itu yang di inginkan ?

Tetapi, biarkan ada ruang antara kebersamaan tempat angin menari – nari di antaramu dalam ingatan sunyi .

Tuhan dan janganlah membelenggu cinta tali rebana masing – masing punya hidup sendiri, dengan suaranya yang berbeda tetapi dalam kesatuan yang seirama walau lugu yang datang sempat menggetarkannya.

Berikanlah hatimu, ttapi janganlah untuk saling menguasakannya, sebab hanya tangan kehidupan yang dapat mencakupnya, tegak berjajar tetapi jangan terlampau dekatkarena , tiang dari candi – candi pun tak di bangun terlalu rapat ?

Juga , pohon jati dan cemara, tiada tumbuh dalam bayangannya masing – masing.

Anak – anakmu !

Aku Dan Sang Nabi, Anakmu bukanlah milikmu !mereka adalah putera puteri sang hidup yang rindu pada diri sendiri, berkuasa atas dirinya dan mempunyai tujuan yang berbeda dari apa yang ada pada kedua orang tuanya.

Memang,Lewat kalian mereka lahir, tetapi bukan dari kalian mereka ada padamu , tetapi mereka bukanlah hakmusebab pada mereka  ada alam pikirannya sendiri dan bukan pikiranmu .

Berikan rumah untuk raganya, tetapi janganlah untuk jiwanya, kaulah busur panah itu dan anakmulah anak panah yang meluncur, sang pemanah maha tahu merentangkan tali dengan kekuasaannya hingga anak panah itu melesat jauh serta cepat.

Sukacitalah dalam rentangan sang pemanah sebab dia akan selalu akan mengasihimu, sebagaimana di kasihinya busur yang mantap dalam menuju kehidupanmu, kehidupan yang ia berikan kepadamu, dan juga ridha-Nya.

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *