0

CARA ATAU TEKNIS DALAM MELAKSANAKAN KHALWAT

CARA ATAU TEKNIS DALAM MELAKSANAKAN KHALWAT
Khalwat menurut ajaran thariqat naqsabandiyah yang di dirikan oleh syeikh Muhammad Bahauddin al Bukhari dan naqsabandi yang lahir pada tahun 717 H = 1317 M di hinduan Bukhara dan wafat pada tahun 791 H = 1318 M dalam usia 74 tahun adalah sebagai berikut :

  • Di lakukan dengan i’tikaf, berhenti di dalam masjid selama khalwat itu, sedang sesaat i’tikaf dalam masjid itu sangat besar pahalanya, apalagi sampai 40 hari.
  • Selama beri’tikaf itu senantiasa berwudlu, tiap batal harus wudlu lagi dan di ikuti dengan shalat sunnat taubat sebanyak 2 rakaat, karena meninggalkan khalwat di anggap dosa.
  • Mengerjakan dzikir dzikir yang telah di tentukan oleh thariqatnya masing masing , dalam thariqat naqsabandiyah , dzikir di bagi atas dzikir derajat dan dzikir hasanat, selain itu ada dzikir yang di namakan :
  • Dzikir ismudzat.
  • Dzikir lathaif yang terdiri dari 7 macam, yaitu
  • Dzikit lathifatut tauhid
  • Lathifatur ruh.
  • Lathifas sir
  • Lathifal khafi
  • Lathifatul akhfa’
  • Lathifatun nafs
  • Lathifatu kulli jasad
  • Selanjutnya : Dzikir nafi isbat
  • Dzikir wukuf
  • Dzikir muraqabah ithlaq
  • Muraqabah ahdiat af’al
  • Muraqabah ma’yah
  • Muraqabah Aqrabiyah
  • Muraqabah ahdiatus dzat
  • Muraqabah zatu syaraf wal bahath
  • Tahlilul lisan
  • Maqamul ubudiyah
  • Hendaklah dalam berkhalwat ituberpisah diri dari badannya dari segala manusia.
  • Shalat secara berjamaah.
  • Selama dalam berkhalwat mengurangi makan, minum, tidur dan berkata kata, yang terutama di kurangi perkataan lidah dan perkataan hati, hatinya hanya di isi dengan dzikrullah.
  • Dalam berkhalwat memakai pakaian putih atau serba putih, karena bagi mereka pakaian suci, tiap ada najis kelihatan, dengan demikian tidak saja di peroleh kesucian bathin, tetapi juga kesucian lahir.
  • Selama dalam khalwat, meninggalkan pekerjaan jual beli dan segala pekerjaan duniawi yang lain yang akan dapat melalaikan hati berhadapan dengan Allah.
  • Mengurangi makan daging, karena sifat daging membuat manusia menjadi buas.
  • Sedapat mungkin, khalwat itu memakai kelambu, tidak saja dapat mencegah nyamuk, lalat dan sebagainya yang mengganggu pikiran dalam dzikir, tetapi juga ahli thariqat memandang seakan akan berada dalam lubang kuburan atau liang lahat.
  • Selalu menghadapkan muka dan dadanya ke arah qiblat, arah jasmaninya, yaitu dada an muka ialah : Baitullah, arah hati ialan Allah.
  • Dalam khalwat itu adalah belajar sabar dan qana’ah, segala amal ibadah dan dzikir dzikir yang di kerjakan dalam khalwat itu oleh ahli thariqat hanya di anggap sebagai wasilah, hubungan jalan, sedang yang menjadi tujuannya adalah berkekalan perhambaan lahir dan batin erta berkekalan hadir hati terhadap Allah.

Demikianlah teknis berkhalwat dalam thariqat naqsabandiyah menurut buku Pertahanan Thariqat An Naqsabandiyah oleh ,Dr, H. Jalaluddin yang di ikuti oleh Prof. Dr. H. Abubakar Aceh dalam bukunya “ Pengantar Sejarah Shufi dan Thasawwuf. ( Berbagai Sumber ).

 

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *