0

CARA MENGHADAPI ORANG TUA YANG EGOIS

CARA MENGHADAPI ORANG TUA YANG EGOIS

Cara Menghadapi
Cara Menghadapi Orang tua yang Egois ,Bagimanapun orang tua adalah seseorang yang harus kita hormati, dan ini merupakan kewajiban seorang anak terhadap orang tuanya, mau atau tidak !, itu adalah aturan dan sebuah kewajiban.

Cara Menghadapi Orang tua yang Egois Dan hal ini tak begitu saja ada, kewajiban akan hal tersebut adalah kewajiban agama dan dalam aturan dari gama ini merupakan etika , tata laku yang harus mau tak mau di ikuti .
Lalu mengapa ada sebagian orang tua yang di rasa egois ? pandangan tersebut janganlah semena mena , di satu sisi pastilah ada hal hal atau penyebab mengapa itu terjadi ? dan dalam hal ini kita patut untuk berhati hati, segala sesuatu dapat saja terjadi !.
Ada hal yang mungkin saja ada anggapan bahwa orang tua seakan egois, dan mari kita telusuri sobat, hal apakah yang mengakibatkan seorang anak beranggapan orang tuanya seakan akan egois ? kita bandingkan kedua belah sisi dari permasalahan ini.
Apakah orang tua di anggap egois jika menunjukan jalan kebenaran pada anaknya ? penulis rasa tidak. Sebab setiap orang tua mempunyai tujuan tujuan yag baik pada setiap apa yang di perintahkannya pada anak anaknya, hanya saja, mungkin cara cara penyampaian yang berbeda dengan pemahaman yang di miliki anak anaknya,.
Semisal , wawasan dan pengetahuan dulu dan sekarang adalah sama, tetapi tidak menutup kemungkinan ada sedikit hal hal yang berbeda atau malah tidak sama , mungkin hal inilah yang menjadikan pandangan bahwa orang tua seakan akan egois !.
Dan hal ini kadang mentah atau lupa untuk menyatukan sebuah perbedaan, jika sudah seperti itu sama saja , anak dan orang tua adalah sama sama egois dan ingin menang sendiri.
Padahal, jika di lihat dari satu sisi saja jalan utuk menuju ke arah menyatukan persepsi terbuka lebar, andai kata ada komunikasi yang relevan untuk menghilangkan pandangan pandangan negative terhadap orang tua.
Pandangan egois pada orang tua juga adalah lahir di saat situasi kurang baik dan seorang anak langsung menafsirkan secara negative, ya, andaikata seseorang yang dalam kondisi jiwa atau mentalnya kurang baik atau stabil , apa yang kita dapatkan dan lalu apa yang akan ada di benak kita ?.

Sobat mungkin kita akan menganggapnya egois, cuek dan tidak perhatian, begitulah disisi lain , seorang orang tua di tuntut untuk memenuhi kebutuhan keluarganya dan di saat sang anak ingin berkomunikasi, kejenuhan atau kelelahan datang menerpanya, oleh sebab itu hindarilah bekomunikasi dalam keadaan yang kurang baik dan carilah waktu untuk itu .
Dan tentu, ada juga orang tua yang benar benar egois, mementingkan dirinya tanpa mengindahkan keluarganya dan itu adalah watak !menghadapi orang tua sepeti ini adalah hal sulit, seorang anak akan membentur tembok jika berhadapan denga orang tua seperti ini.
Di satu sisi dia ataumereka adalah orang tua kita , tetapi di sisi lain kekesalan akan sikapnya kadang kala menjengkelkan, dan kita tak dapat atau pun tabu menyalahkannya, karena bagaimana pun kehormatan seorang orang tua tak dapat di labrak oleh anak anaknya.
Hal yang mungkin dapat di lakukan adalah , bicaralah dengan hati, dekati dan coba untuk mengerti dan memberi masukan yang baik dan sopan, memang ini memerlukan proses yang panjang dan perlu ketabahan untuk seorang anak !.

Tetapi pengorbanan yang seorang anak untuk memberi kebaikan pada orang tuanya, merubah pola pikir untuk kesepahaman , bukankah itu akan sangat menggembirakan jika terlihat hasilnya .
Tak ada sesuatu hal pun yang perlu di salahkan sebab pandangan akan keegoisan seseorang lahir karena belum adanya kesepahaman satu sama lain, dan keegoisan orang tua pun akan lunak dan hilang dengan pengertian seorang anak yang dengan tulus menyayanginya. ( Org ).

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *