0

Cerpen Bola Mata Cinta

Cerpen Bola Mata Cinta, Dino hanya mengangguk pelan saat joan mengajaknya pergi, terbersit rona  riang di  wajahnya, ya dino mengenal joan bukan hanya sebentar  bahakan jika di hitung sudah hampir dua tahun ! dan dino pada awalnya mengenal joan sebagai adik kelasnya semasa duduk di SMK dulu.

Entahlah ! ia begitu punya semangat dan ia seakan termotivasi kala dekat dengan joan, walau hanya sebatas teman , ya itu yang di katakan joan pada teman teman kampusnya” Ya mungkin begitu joan cantik, joan manis . Di balik semua itu kesupelannya dalam bergaul  juga semakin membuatnya populer di mata teman teman kampusnya, sungguh sangat sempurna.

Ayo ! dan dino terhenyak dengan ajakan joan, lalu Ia mengangguk mengiyakan dan terlihat joan tersenyum, “ dino jangan melamun, nggak baik lho ! selorohnya. Tangan mulusnyamembuka pintu mobil , dan dino pun memutar ke kanan membuka pintu mobil dan duduk di depan kemudi, serta merta menghidupkan mesin dan sekejap mobil pun lenyap melintasi jalan menuju tujuan.

“ Ku kayuh cerita ini dengan pedal lagu, dan semua sunyi dalam ramai, semua ngeri dalam damai, dawai napasku untukmu  sang merpati yang belum saatnya mengerti, untukkukah cintamu itu ? dino mengelus keringat di keningnya, dan sejenak ia menghentikan tulisannya, dan entahlah ! hatinya terasa sepi dalam keramaian dan seakan tak punya kemudi , kemana dan apa yang ia cari ?

Walaupun banyak yang tak percaya, bahwa ia tak mempunyai hubungan khusus dengan joan, semua yang melihat mereka saat bersama pastilah akan bilang cocok dan serasi, walaupun dino mengelak tetapi tetaplah mereka tak mempercayainya, sampai saat joan katakan bahwa ia dan dino tak berhubungan dan hanya sebatas teman.

Begitukah ? Dari satu sisi,perasaan dan hati tak akan pernah bisa di bohongi. Dan Dino rasakan itu, tetapi begitu berat sekat kata sebatas teman , mengurungnya dalam kebimbangan dan keraguan ataukah apa yang ia harapkan hanyalah sebatas khayalan ? ia mendengus tak dapat putuskan itu .

Dan dari sekian banyak waktu itu pula Dino memenjarakan rasa iri dan cemburu ketika joan bercengkrama dengan laki laki lain, hatinya teriris , kadang ia bertanya , mengapa tak denganku ? dan semua pertanyaan selalu di akhiri dengan titik di ujungnya. Memangkas jawaban dari pertanyaannya  dan hanya sebatas puisi  yang menghiasi rasa sepinya .

Dan di penghujung kuliah pun ia masih mnjagai joan, “ Entahlah ! pikirnya. “ Aku menyayangi joan dan andaikata ia bukan lah miliku , tetapi rasanya akulah yang pantas untuk menjagaimu sampai kau mendapatkan pendampingmu yang kau cintai “ (  he he bagus dino, itulah lelaki sejati yang tak pernah meminta apa apa dari wanita yang di cintainya, bravo ) , sampai saat wisuda tiba, dan bola bola mata riang menghiasi rona wajah mereka yang lulus dan di wisuda, betapa gagah dan bangga dapat menyelesaikan kuliah  tetapi juga ada rasa sedih , sebab itu adalah artinya berpisah, ya berpisah dengan orang orang yang kita sayangi dan dekat dengan kita semasa kuliah , dan sekarang pulang ke kotanya masing masing.

Dino ! seorang wanita terdengar memanggilnya, dan dino tak asing lagi dari siapa suara itu berasal, itu pasti joan ! dan akhirnya ia memandang ke arah si empunya suara, dan ia terkesiap ! darahnya seakan naik mengalir, tampak joan dengan pakaian wisuda yang ia pakai ( Toga ) “ Ah betapa cantiknya  engkau joan “ gumamnya” Hei joan ! sambutnya. “ Photo bareng yuk ! pintanya. Dino mengerutkan keningnya, heran dan tak biasanya joan bersikap manja antara sadar dan tak sadar ia mengiyakan ajakan joan, dan Dino agak gugup kala joan menggamit tangannya, ada perasaan yang tak bisa ia gambarkan.

Dan usai berphoto pun , joan mengajaknya ke bawah pohon yang  teduh  dan agak jauh dari keramaian, dan sungguh untuk kedua kalinya dino terbersit tanya dalam hatinya “ ada apa gerangan ?  dan ia tak lanjutkan , joan bicara “ Dino , kini saatnya kita berpisah  dan entah kapan kita akan bertemu lagi ! tetapi dari sekian banyak waktu , sekian banyak itu pula sesuatu terpendam. “ Aku mengerti joan, ya mungkin selama kita bersahabat aku belum dapat membuatmu senang kan ? ucap dino dan maapkan aku atas semua itu joan ! lanjut dino.

Joan menunduk, padahal setiap mereka berbicara seingat dino , joan tak pernah seperti itu . “ Bukan itu dino ! sergah joan, tapi sepertinya ada sesuatu yang berat yang ingin ia ucapkan.” Lalu ada apa joan ? tanya dino, “ Dino waktu itu aku rasa kau tak perlu tahu, tapi saat ini semua hasrat harus kau tahu , perasaan ku adalah perasaan seorang wanita  terhadap seorang pria, kau mengerti kan ? Dino mengangguk, “ lalu ?, “ Ya, maapkan aku waktu itu, dan aku merahasiakan ini untuk mengujimu dan itu cukup membuatku puas dan aku rasa aku tepat kaulah yang tepat untuk hal itu ! Dino mengernyitkan dahinya , agak bingung juga “ Andai kau tak mengerti dino, saat ini aku mencintaimu, sekat sebatas teman aku buat  hanya untuk mengujimu, menguji kesetiaan dan keteguhanmu “ dan dino melongok , bergejolak yang ada dalam hatinya “ apa joan bercanda “ ah pusing aku di buatnya “ bisik hatinya.

Dan joan memperhatikan rona wajah dino yang tampak kebingungan itu, ia mengerti “ Dino , tataplah bola mataku, di sanalah kau akan menemukan cintaku dan segala dari hatiku yang tak terahasiakan lagi! Seakan terhipnotis ( dan biasanya begitulah yang kita alami jika menghadapi wanita cantik dan mempesona ttapi suka kaa..n ? ) Dino memandang bola mata bening joan dan ia tak mampu berucap banyak, gemetar ia bicara ( Hehe kitu kitu wae nya fut ! )” Aku kira aku..tak akan bisa memilikimu  joan” lalu dino dekap joan  penuh kasih tak ingin melepaskannya lagi” Dan dawai lagu kembali meragu rindu  yang berlabuh , menyemai benih  dan semoga menuai kasih yang selalu tumbuh “

Esok lusa adalah pertama kalinya dino akan bertemu lagi joan semenjak berpisah , dan bola mata itu akan terlihat dan tak samar lagi” Joan kau milikku , bola mata cintamu adalah pelitaku “ dan dino tersenyum dalam tidur, salam penulis 16

 

 

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *