0

Cerpen Cinta Sebuah Hati Yang Terluka

Cerpen Cinta Sebuah Hati Yang Terluka. Jangan menyangka ini adalah judul sebuah lagu, he ehe ini adalah cerita akan rahasia cinta dan kekecewaan yang seringkali di alami oleh manusia pada umumnya. Cinta yang kadang kita sebut cinta yang terbagi padahal di lain waktu cinta tak pernah di perkalikan dan di kurangi, he eh apalagi memakai akar pangkat agar cinta selalu bertambah !

Sebuah cinta bukanlah sebuah kekecewaan, tetapi pada kenyataannya, begitulah manusia membuat sebuah cinta pada akhirnya, dan bukan pada awal sang cinta itu terjadi, bukan ? dan kita kadang terenyuh melihat ada banyak kekecewaan oleh si pecinta dan yang di cintai.

Resti fauzi, menangis dalam keheningan malam, sekelumit kalimat yang ia baca seperti yang ia baca di atas tadi adalah penggalan dari sebuah cerita dari website mughni ali abdillah .com, terhiburkah ia ? kita belum mencoba tahu , apa yang terjadi dan menggelegak di dalam dadanya.

Sebelum derita itu datang

hater

Sebelum derita itu datang, dan penggalan cinta yang ia dapatkan seperti sebuah penggalan harapan dari banyak cerita cinta yang ia dengarkan, melapangkan dada dan seolah membuatnya berbahagia, itu pada awalnya !

Ia masih merasakan, betapa si Bego, ya nama lelaki itu mengharapkan cintanya untuk dia, berbagai cara si bego lakukan ! cari perhatian ataupun dalam bentuk berbagai perhatian yang ia berikan untuk resti fauzi , ah , betapa perhatiannya ia saat itu, begitu yang ada dalam benak resti fauzi saat ini, saat ia menangis dan mempertanyakan, mengapa cinta begitu kejam, padahal cinta adalah sebuah jalan menuju cahaya kehidupan yang akan datang, pelita yang selalu memberi jalan kemana ia berjalan kemudian , lalu seperti inikah cinta  ?

Ia hanya menarik napas dalam – dalam, tak mampu menjawab, derit pintu malam seakan membukakan pekak dari telinga derita yang selalu menggaungkan , ini adalah kepedihan, berulang – ulang . sebuah kepercayaan yang ia berikan , seakan hanya sebuah kepalsuan, betapa si bego tak menghargai ketulusan hati dari yang di cintainya, padahal dulu…

Ia , sebenarnya tak begitu mengharapkan si bego berada di balik kehidupan dan cintanya, tetapi ia tak sempat pikirkan itu, hati wanita adalah kelembutan yang nyata, dimana ia tak dapat begitu saja menolaknya, perhatian dan cinta yang selalu si bego berikan seakan untaian mutiara dari pemberi harapan, ikutlah denganku, genggamlah kasih sayang ini dan apa yang kau ingin akan engkau dapatkan, tulisan pelangi dari untaian mutiara bagaikan kilau matahari yang di hiasi para bidadari yang mengangguk setuju, itulah jalanmu ! resti seperti mendengar suara itu, suara setuju dari berbagai penjuru dunia.

Dan yang terjadi

Dan ia ikuti panggilan itu, menerima cinta dari yang mencintainya, lalu menyesalkah ia ? tak sedikitpun kalimat itu ada atau tertera dalam lukisan hatinya, ia hanya berharap cinta yang ia berikan dapat terjaga sebisa yang ia bisa.

Resti fauzi menyeka airmatanya, hmm, bukan untuk sebuah penyesalan, sekali lagi tidak, tetapi ia menangis , mengapa ia mesti mengecewakan cintanya, yang dulu ia tulis dengan pena dan tinta yang telah ia beri warna, lalu terebut kepalsuan yang datang di balik awan , menghiasinya denga pelangi, matahari dan juga seruan para bidadari, lalu di mana mereka sekarang ?

Yang ada hanyalah awan, juga tak terdengar suara bidadari lagi, pun matahari yang tampak diam, mungkin ia menyesal, menyesal menerangi seorang pecinta yang pecundang !menginginkan dan lalu menghilang, ada tarikan napas dalam – dalam yang tampak dari resti fauzi, ia masih teringat, lagi – lagi dari mughni ali abdillah .com” Cinta yang terenggut bukanlah terenggut, tetapi sebuah jalan di persimpangan, kemanakah kau akan memilih sebuah jalan ? dan jika cintamu bukanlah cintamu,pikirkanlah, apakah layak ia di tinggalkan ? sebab cinta adalah sebuah kejujuran di mana tergantung berbagai pilihan, untuk hidupmu dan juga cintamu, dan jika inginmu bukanlah inginnya, sebaiknya yang ada kau tinggalkan , dan pilihlah apa yang menjadi pilihanmu, untuk saat ini atau masa depan” resti tersenyum, kini saatnya ia memilih, dan tak ada yang tahu ! penulis.

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *