0

Cerpen Cinta Yang Tulus

Cerpen Cinta Yang Tulus, Mau maunya saja ia di sakiti ! itu yang banyak terucap dari mulut yang tahu akan keadaan lastri yang sebenarnya, walau di sisi lain ada juga yang berpendapat betapa tabahnya ia sebagai seorang wanita, puih.

Tetapi begitulah adanya, lastri yang mempunyai prinsip akan jalan hidup yang di laluinya, biarlah suara suara sumbang akan terdengar dan akan selalu terdengar, dan itulah sebagian dari cobaan dan ujian dari hidupnya.

Lain kata orang, ia pun seakan tak percaya akan perobahan drastis yang terjadi pada lelaki yang di cintainya, Seno. Lelaki yang ia kenal sebagai lelaki yang perhatian , penyayang dan selalu mendengar kata hati wanita, begitulahh menurutnya kala itu, kala ia tak terlalu begitu jauh mengenal lelaki yang ia sayangi dan kini menjadi suaminya.

Lastri masih mengenangnya, betapa ia amat merasa nyaman berada di sisi lelaki yang bernama Seno, nyaman rasanya jika berada dekat dengannya, ia bisa sedikit tersenyum mengenang kenangan indah itu, setidaknya dapat melupakan air mata yang kini rasanya seperti teman dan makanan yang mau tak mau harus ia telan setiap hari.

Lalu ia pun masih tak melupakan saat seno dan dirinya berikrar sehidup semati dalam bahtera rumah tangga di depan penghulu dan para saksi, ah ingin rasanya kenangan itu kembali dan tak melalui jalan ini untuk menjalaninya, ia berharap sepert juga hidup yang berharap memberi kebahagiaan padanya, bukan seperti saat ini yang hanya memberi kepedihan dan kepahitan dalam hidup lastri.

Dan lelaki yang ia sayangi itu tak begitu berubah saat lahir anak pertama mereka , tetapi perlahan kebahagiaan itu seakan terenggut, dan lastri menangis “ Tuhan, hidup adalah pilihan, juga hidup adalah pengorbanan, tetapi seberat inikah kasih sayangMu terhadapku, hingga aku kau uji dengan beban yang teramat berat bagiku “ lastri selalu berucap di kala ia berdo’a, ya tak ada suara hanya derai air matalah satu satunya saksi yang selalu melihat , merasa dan mengerti akan kepedihan hatinya.

Too much love will kill you everytime “ apa juga penggalan bait dari lagu cinta itu juga mengingatkan akan cinta dan kesejatiannya, ah aku hanya mencintai seseorang dengan setulus hati, seperti kasih sayangnya Tuhan terhadap makhlukNya , tetapi juga kasih sayang itu lastri baru sadari betapa jauh berbeda “ dan sepertinya bait lagu tadi pun seakan sebagai pengingat akan bagaimana sebuah cinta dan perasaan cinta di berikan untuk seseorang, sesuai takarannya dan tak berlebihan ya “ terlalu mencintai akan membunuhmu setiap waktu “ dalam hati ia setuju “ ya memang begitu seharusnya.

Seno yang baik seakan lupa, kemajuan yang ia dapat seakan menggiringnya pada hal yang akan menghancurkannya, berfoya poya, hura hura dan yang paling menyakitkan seno juga bermain wanita, sakit rasanya tuh di sini yang lastri rasakan, pedih dan seakan sembilu yang mengiris kalbu dan ia hanya bisa menangis , menatap anak terkasih yang tertidur lelap dan berharap dalam do’a “ Nak semoga ayahmu akan segera menyadari kekhilafannya “ begitu yang selalu ia ucapkan, dan semoga Tuhan dengarkan.

Dan rasanya Tuhan seakan tak mendengar do’anya, ya seno malah makin kalap, pulang malam dalam keadaan setengah sadar dan tercium bau minuman keras dan saat lastri berusaha mengingatkan, ah hanya tamparan dan cacian yang ia dapat “ Tuhan, kapan  engkau akan mengasihi aku dengan mengembalikan lelaki yang aku sayangi seperti saat aku pertama bertemu dengannya ? seperti dulu, dan ia terduduk dalam balutan airmata yang kian deras sementara seno meracau dan meninggalkannya, sungguh ia hanya dapat menangis, tak lebih dari itu .

Pernah juga lasri bertemu dengan suaminya itu , lalu apa yang ia dapat , lastri hanya terperangah , ah suamiku sampai sebegitu tegakah kau menganggapku sebagai orang lain dan bukan sebagai isterimu ? Seno malah asyik menggandeng tangan wanita yang bersamanya yang tertawa kepadanya, lalu ia meninggalkannya seakan akan ia bukan siapa siapa baginya “ ya begitulah adanya sebuah cinta menghinakan di kala mencapai sebuah kemenangan tanpa ia tahu , jika kemenangan itu hilang dan meninggalkannya , adakah jalan di mana dan kemana akan kembali sebab cinta adalah sebuah ketulusan yang tak ingin terkotori sebuah atau banyak penghianatan !

Pernah terbersit untuk memilih jalan pendek dari bahtera rumah tangganya, cerai ! tetapi betapa sulitnya, rasa sayang pada seno seakan mengubur keinginanya itu ya kasih sayang yang tulus dari dalam hatinya dan bukan akhir dari kisah tetapi pada awal dan juga perjalanannya ia tak mengelak memang ia mencintainya dengan setulus hati, ah lastri betapa kau wanita yang hebat ! dan ia masih berharap dan entah kapan harapannya itu akan menjadi sebuah kenyataan, Seno bukanlah lelaki seperti itu , dan jika ia khilaf semoga tuhan cepat memberi kesadaran dan jika saja ia alfa semoga tuhan akan cepat pula mengingatkannya.

Suara suara tak sumbang lagi, dan seakan sunyi di telinganya kini, seno kin hanyalah sebuah kenangan saja, bukan dari sebuah perceraian seperti yang terbersit dalam benak lastri kala itu atau seno yang kembali seperti seno yang dulu, bukan , bukan seperti itu. Ah tetap saja itu rasanya menyakitkan dan menambah rasa sakit di hatinya, ya seno berubah dan di ingatkan tuhan dengan sebuah penyakit dan malah itu membuatnya frustasi dan akhirnya tuhan mengingatkan dengan sebuah panggilan “ Kematian “ yang menjemputnya.

Sebuah akhir yang tak pernah lastri inginkan, seno tetaplah seno yang dulu ia kenal sayang dan mengasihinya, seno yang ia cintai setulus hati hingga ia seakan buta dan tuli dengan apa yang terjadi, setidaknya itu anggapan orang orang, tetapi biarlah “ Cinta adalah cinta, murni dan tak pernah menyakiti walau tersakiti, tak pernah meminta walau selalu di pinta, dan ia tak pernah tuli dan buta seperti anggapan yang lainnya, hanya saja cinta hanyalah untuk cinta dan hanya cinta sendirilah yang tahu jalan yang akan di awali dan juga di akhirinya dan ia akan selalu tersenyum dalam keadaan suka ataupun duka” Lastri menyeka air matanya, berdoa untuk lelaki yang ia sayangi dan ia cintai, seno, dan semoga ada seno seno lain dan bukan seno yang kini telah meninggalkannya dalam cerita cinta yang indah lalu menjelma sebagai kepedihan dan berbaju kepalsuan, tetapi lahir seno seno baru yang berhati mulia menyayangi wanita dan keluarga serta  mewujudkan “ sebuah cinta dan kebersamaan yang indah untuk kita dapatkan, merapatkan tali kasih sayang sebagai bagian anugerah tuhan dan juga pemberi kenyamanan dan penjaga sang cinta itu sendri , kita berdoa untuk lastri dan juga kita, damai dalam cinta, dan ingatlah cinta terhadap manusia hanya di berikan setengahnya saja ! salam penulis.

 

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *