0

Cerpen Mendua Hati

Cerpen Mendua Hati, Sesekali Amelia merenung, entah apa yang ia pikirkan , tetapi rasanya ia terlibat dengan apa yang di namakan cinta, seperi itukah , puih mari kita lihat dalam buku yang telah lama usang .

“ Bahwa sebuah cinta juga adalah sebuah renungan , dari apa cinta terbuat dan untuk siapa cinta akan terikat “ dan Amelia yang muda pun masih mencari buku usang itu , dan entah kapan ia mulai akan membacanya, membaca akan jalan cintanya sendiri sebagai sebuah renungan.

Dan ia mengenal Surya yang tak muda, tetapi mengapa ia seakan mempunyai rasa sayang terhadapnya, atau jangan jangan itu yang di namakan cinta , dan mari kita lihat lagi dalam buku usang ini yang lupa untuk mengganti sampulnya, entahlah di lain hari, “ Cinta tak pernah menyambangi diri kita, dan hanya kitalah yang menyambanginya serta memintanya untuk memintal benang cinta untuk di ukir menjadi sebuah sulaman untuk di persembahkan bagi yang kita cintai, tak ada titik, dan ingatlah juga, cinta tak pernah mengenal batas usia titik.

Dan Amelia juga belum dapat membaca itu, ia hanya baru mencari , di manakah buku cintanya ia dapati dan ingin segera membacanya. Tetapi ia mesti bersabar sebab waktulah kuncinya, ya Surya yang tampan dan juga kebapakkan amat sangat sesuai sebagai pengayom cinta , tetapi mestikah ? ia berhenti berpikir lebih jauh ! surya telah berkeluarga, apa ia harus merusak kebahagiaannya, dan Amelia pikir tidak !

Amelia juga teringat akan Chris, ya anak muda yang hampir sebaya dengannnya , dan rasanya ia selalu mendekatinya dan mungkin juga ia akan melabuhkan cintanya padanya, ia pun merenung seakan ia berada dalam dua sisi yang berbeda di antara jalan yang sama tetapi dua pilihan yang berbeda, Chris juga anak baik dan kasih sayang , dan Amelia tak kuasa memikirkan itu , ia rebahkan badan , menghela napas yang terengah walaupun bukan sebuah kecapaian, dan itulah rasa cinta yang memilih , tertulis dalam buku usang ini.

Dan ia menemukan buku usang ini suatu pagi , amat gembira nampaknya , perlahan ia buka halaman prakata yang tertulis “ Cinta yang terindah hanya akan dapat di miliki dengan melukis keindahan cinta itu sendiri “ ia menarik napas , lega rasanya, ya seperti itulah cinta “ gumamnya, lalu membuka halaman satu juga tertulis akan cinta hanya dalam makna yang berbeda” Cinta yang sebenarnya adalah cinta yang kita miliki tanpa batas usia, cinta yang abadi hanya untuk cinta dan bukan selain dari itu “ Ia pun mengiyakan dalam hatinya.

Amelia masih penasaran , tertulis apa pada halaman kedua , di sana tertera “ Sebuah cinta bukanlah sebuah perbandingan, sebab cinta tak akan pernah bisa di perbandingkan, satu hal yang kita dapat darinya adalah bagaimana cinta itu kita pilih dan pada siapa kita sandingkan, Amelia tersenyum , begitulah cinta bicara , sekarang ia teringat akan surya dan juga Chris, yang ia dapat jawabannya pada halaman ketiga “ sesuatu yang salah dalam cinta adalah menduakannya, menduakan satu hati bagi yang lainnya, sementara cinta berkeinginan untuk berdiri dalam hati dan juga cinta yang sama dan bukan mendua hati, tersindir rasanya membaca itu, dan ia tak lanjutkan membaca , cukup untuk hari ini dan akan aku buka lain hari lagi.

Dan Amelia telah tahu akan apa yang ia renungkan dan menjadi beban dari cinta yang ia inginkan, dan mulai hari ini ia tak akan mendua hati , tetapi memilih satu jalan cintanya dan entah pada siapa itu akan ia berikan ? salam penulis

 

 

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *