0

Cerpen Ramadhan,Tuhan Ampuni Dosa Kami

Cerpen Ramadhan,Tuhan Ampuni Dosa Kami, Tidak terasa , saat hari menjelma dan melipatkan dirinya bersama waktu, dan kita terkadang lupa untuk menghitungnya, sampai hitungan itu ada kembali dan kita temui, sebagai sebuah perjumpaan di antara kehidupan dan lingkaran waktu.

Tetapi apa yang terjadi, apa hari tersenyum saat ia ada dan kita temui ? sejujurnya ada bekas – bekas yang kita temui , jejak kaki  dari yang ternoda dan menguras airmata , ataupun bekas dari tapak – tapak jejak kaki yang membuat kita bernapas lega, da persilahkan sang waktu untuk datang kembali.

Seperti yang Ikung ingat ! ya, sebuah nama akibat dari tubuhnya yang jangkung, he he tetapi sayang ada sedikit kekurangan, ya, Ikung bertubuh kurus , rasa – rasanya nggak sedpadan dengan perawakannya yang jangkung.

Setiap kali ia bertemu dengan sang waktu, ia kadang igat , betapa ia tak menghargai hari yang sangat berharga tersebut, entahlah ia terlena dengan napsunya saja, napsu seorang manusia yang suka lupa an melupakan, siapa dia sesungguhnya ?

jiuo

Sebuah Pelajaran

Ya, Ramadhan telah di ambang pintu bulan yang penuh dan di rahmati, di mana semua manusia menyambutnya sebagai bulan untuk menunaikan ibadat puasa atau shaum, bagi umat Islam, dan ikung tahu itu, Ikung yang pernah merasakan petuah dari sang guru ngajinya semasa kecil dulu “ Bahwa , bulan ramadhan adalah bulan yang penuh dengan berkah, bulan yang di rahmati dan memberi banyak kebahagiaan dari yang menunaikannya.

Ikung ingat itu, bagaimanapun ia pernah merasakan mengaji dan sedikit tahu apa dan bagaimana seorang muslim , serta apa dan bagaimana kewajiban – kewajiban yang mesti ia lakukan dalam islam, ikung menarik napas dalam, entah apa yang ada dalam benaknya, tetapi sedikit air mata menetes dari sudut matanya, ah , rasanya ada sesuatu yang menggores perasaannya kala ikung tahu, ramadhan telah di ambang pintu, tetapi mengapa sepertinya ia sedih, bukankah ia semestinya menyambutnya dengan suka cita ?

Ya, semua manusia pernah melakukan dosa, sengaja atau tidak, tetapi rasanya  tak akan ada manusia yang terhindar dari dosa, walau sedikit ! tetapi , pastilah ia akan pernah melakukannya ! dan ikung menarik napas dalam, sejenak ia palingkan muka , menatap tepi jalan, melihat raut wajah anak – anak belia, mereka bersukacita kelihatannya, menyambut ramadhan dan membunyikan petasan sebagai kebiasaan , padahal itu tak seharusnya !

Dan ia mengangguk saat Kimung melambaikan tangan , menyapanya di tepi jalan, mungkin ia baru pulang dari sawah yang ia garap, ia mendenguskan napasnya, ya aku tahu , kau di berkahi , kau di rahmati, sebab itulah aku menangis, ya  ramadhan , berkahi aku dengan berkah dan rahmat yang Tuhan berikan padamu.

Tuhan Ampuni Dosaku

Mengingat ramadhan adalah mengingat dosa, ya , benar ! rasanya ada banyak dosa yang ia lakukan, ia ingat, bukankah ia pernah membentak Ohoy yang sering kali mengusilinya ? ataupun ia juga menjahili kawan – kawannya saat berpuasa, he he dengan memaksanya untuk makan atau merayunya untuk buka dan tak berpuasa, ah , Ikung sedikit beringsut dari apa yang ia ingat , rasanya itu kejam sekali ia lakukan !

He he , apalagi di saat waktu berbuka telah dekat, dan Ikung pun mencoba merayu kawannya agar berbuka, dan ia tertawa saat kawannya tergoda, ah , ikung mengguratkan penyesalan dalam raut wajahnya, walaupun memang, waktu itu ia merasa puas, menggoda sang kawan, tetapi saat ini tidak , justeru catatan itu telah menetskan airmata, di man ia ingat , itu adalah sebuah dosa.

Ataupun juga , demi napsu, Ikung tak perdulikan apa yang seharusnya tak ia perbuat, makan sesukanya tanpa menghormati orang lain yang berpuasa, malahan rasanya sangat lezat jika makan di tengah orang yang berpuasa , saat itu, tetapi kali ini bukan ! justeru catatan itu pulalah yang meneteskan air matanya saat ini .

Dan ada lagi dosa lainnya, dan rasanya ia tak ingin mengingatnya, tetapi bayangan itu tetap saja datang, huh ! ia lepaskan semua ingatan itu, rasanya pedih sekali mengingatnya, betapa dosa demi dosa Ikung lakukan dalam bulan yang penuh berkah, ramadhan.

Catatan kelam atas dosa yang ia lakukan, betapa tidak ! saat orang – orang takbir dan melapalkan kalimat tauhid, Ikung malah asyik dengan minuman keras , yang ia katakan kala itu untuk menyambut iedulfitrie !  dan ia sebut sebagai seremonial ! . Air mata makin deras , apakah aku manusia ataukah penggoda ?

Dalam bulan suci , malah asik mencatatankan perbuatan yang tak suci atau dengan antipati terhadap rasa peduli, akan bagaimana orang lain mengendalikan hawa napsu dirinya, lalu ia menggodanya, lalu ia tak pedulikannya , lalu ia tertawa saat berhasil menggodanya.

Juga , apa itu bukan sebuah dosa saat ia sempoyongan di pagi hari , sementara orang – orang menunaikan shalat iedulfitrie, ah, rasanya ikung merasakan kegelapan, ia tersandar ke belakang dari kursinya, rasanya ia ingin berteriak sangat keras, menghilangkan bayangan akan catatan atas dosa – dosanya, dan tak tertahankan, Ikung menangis sesenggukan.

Seakan Tuhan berada di hadapannya, betapa murkanya Ia , menamparnya berkali – kali dan seakan hantaman godam yang menghantam dirinya, ikung besujud, airmatanya tumpah, membasahi lantai dingin yang seakan menyalahkannya, tak memperdulikannya seperti tak perdulinya ia kala itu pada orang dan juga bulan ramadhan.

Sayup terdengar adzan, hari sudah sore, waktu shalat asharpun tiba, dan ikung masih meneteskan air mata, tetap bersujud untuk penyesalan atas dosa – dosanya, rasanya perih dalam hatinya, seperti teriris dan tertusuk ribuan belati ! tersadar dan ia bangun , mengambil air wudhu dan menunaikan shalat.

Airmatanya masih tertumpah saat ia berdo’a “ Marhaban Yaa Ramadhan, Ku sambut panggilanmu, maafkanlah aku dan atas dosa – dosaku Tuhan, Berilah hamba kekuatan, menyambut bulan yang kau berkahi , dan tetapkanlah bagiku, iman dan juga islammu , tak pernah ia datang jika untuk pergi , tetapkanlah ia padaku Tuhan, dan ikung masih menangis dalam harapannya, “ Semoga ramadhan kali ini , adalah sebuah berkah dan rahmat baginya, menunaikannya dengan suka cita dan meninggalkan dosa – dosa dan ia berharap itulah catatan dosa terakhirnya. “ Tuhan ampunilah segala dosaku dan dosa kami , karena Engkau Maha Pengampun atas segala dosa “ di akhir do’anya. M.A.A

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *