0

Misteri : Dendam Kesumat Siluman Ular !

Misteri : Dendam kesumat Siluman Ular ! Sobat misteri , sebelum tahu kita hanya tahu , seakan kitalah yang hidup di muka dunia ini, padahal tak sesederhana itu, alam berpasangan , zahir dan batin, ghaib dan nyata , siang dan malam serta seterusnya, supaya nggak kepanjangan kan ?.

Dan, dari berbeda alamlah kita terkadang salah paham, dan itu di benarkan sebagai sebuah ketidaktahuan !, ya mengapa begitu ? ini terkait dengan sebuah cerita misteri yang akan penulis sampaikan !,  dendam seekor ular atau katakanlah penjelmaan ular siluman !. lalu, bagaimana kisahnya, ya inilah kisah selanjutnya .

Kita sebut saja namanya  Sabri, seorang yang usianya menurut kita pertengaan , kira kira 40 tahunan, dan dia seorang yang alim, ya para tetangga tahu , bagaimana ia bersikap, sopan dan baik untuk di teladani, dan itu secara lahiriah dapat terlihat.

Dan, sobat misteri, kejadian ini pun terjadi padanya, entahlah, mungkin ia lupa dan tak sengaja, suatu hari ia sedang bersadar santai depan rumahnya, ya ia nampak berbincang dengan seorang tetangganya, ya biasa bercakap akan hidup dan kehidupan , wajar dan biasa saja,  tuker pikiran dan saling meringankan, ya supaya nggak kesel juga , daripada duduk sendirian tanpa kegiatan, sampai tragedi itu terjadi !, ketika tiba  tiba seekor ular cobra hitam muncul dan itu tentu saja mengagetkan mereka, dan mereka pun secepat kilat menghindar, ya takut kena patuk, tahu sendiri ular kan beracun, bahaya itu !.

Dan , entahlah, ular hitam itu masuk ke rumah Sadri, kontan ia kelimpungan , ya takut ngapa ngapain gitu , dan ia cari ular itu yang berusaha kabur dari kejaran Sabri dan tetangganya tersebut, dan akhirnya ia tak dapat kabur setelah terkepung di kolong meja, dan tak bisa lari lagi, dan bletak ! bletak ! kepala ular pecah kena gebuk tetangga sabri, dan itu kontan saja membuat ular hitam itu kelojotan dan lalu mati ! “ Udah mati Bri, buang saja ke kali bangkainya biar nggak bau ! katanya, sabri melihat ular mati tersebut , ia menjawab “ ya , walau dalam hati kasihan dan iba juga, bagaimana pun ia telah membiarkan nyawa dari makhluk tuhan melayang alias mati “ astaghfirullah ! ia mengucap pelan minta ampunan, dan belum sempat ia mengambil bangkai ular itu untuk di buang, malah tetangganya berucap “ tapi, biarlah Bri, biar aku yang buang sekalian pulang  ! katanya, mengambil potongan bambu sebagai penyangga untuk mengambil bangkai ular hitam itu dan ia pulang ,

Dan Apakah Kejadian Selanjutnya ?

Malam pertama biasa saja, nggak ada hal hal yang mencurigakan, kedua ketiga dan keempat pun begitu , tetapi sobat saat memasuki malam kelima sebuah misteri yang menakutkan pun muncul !.saat malam jumat yang tanpa bulan , sementara Sabri khusuk berdo,a ketika suara tetangganya seakan akan mengalami ketakutan !, ada apa gerangan ? tanyanya dalam hati dan ia lanjutkan do,nya sampai ia terhenyak mendengar suara tetangganya lagi, ada apa ya , penasaran , berdiri dan menuju depan pintu, tapi ia terhenti, kok bulu romanya seakan berdiri  “ Ah ini hanya perasaan saja , gumamnya, tetapi ada sesuatu yang janggal yang ia rasakan, ya apa itu?.

Malam seakan sepi, tak seperti biasanya , di mana ia masih sempat mendengar orang orang lalu lalang atau para remaja kesana kemari, belum sempat ia sadar , ia merasakan hembusan angin , menelusup kulit dan nadi, seakan menambah kesepian malam dan menyeramkan, suara tetangga tak terdengar lagi, ya mungkin ia sudah tidur ! pikirnya. Tak jadi membuka pintu , mengapa tubuh ini seakan berat sekali, dan ia duduk di kursi sampai ia mendengar sesuatu di luar sana, ramai sekali. Yang ia sangka itu para warga kampungnya ada apa ya ? sembari ia mendekati kaca jendela, menyingkap gorden dan menyingkapkanya, namun ia terkejut dan heran !, sebab tak di saksikannya banyak orang , malahan hanya gelap dan sepilah yang ia asaksikan, termenung, mengusap muka dan beristighfar.

Selain itu ia juga , merasa tercekam dengan suara seakan desisan  dari berbagai penjuru, entah apa itu ?, saat itu ia bingung tak mampu untuk mendengar suara suara aneh, terdengar tapi samar, seakan dekat tapi jauh dan ia  mengusap peluh,  saat terdengar seseorang seakan memanggilnya “ sabri..i, Sabrii..i itu yang ia dengar, mendirikan bulu roma yang sedari tadi tetap saja berdiri pergi kekamar , mengusap  peluh dan membaringkan diri di kasur dan istirahat dan masih merasakan ketakutan yang menyeramkan sampai ia tertidur..bersambung.

 

 

 

 

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *