0

Fakta Ikan Senter

Fakta Ikan Senter, Ikan senter adalah salah satu fenomena laut yang paling mengherankan. Melihat makhluk-makhluk menakjubkan ini bisa membuat siapapun kagum pada kreativitas alam. Ada juga hewan lain yang menghasilkan cahaya sendiri, tapi ikan ini hanya untuk dilihat.

Jika Anda kebetulan menemukan saat Anda menyelam malam, Anda akan melihat dari jauh, organ bercahaya mereka terlihat seperti dua pasang mata yang menakutkan yang menatap Anda, bersinar dalam kegelapan.

Salah satu makhluk yang lebih unik ditemukan di bawah laut, ikan senter adalah pemandangan yang benar-benar mengagumkan untuk ditonton. Cahaya yang dihasilkan oleh ikan senter diyakini paling terang di antara semua makhluk bioluminescent.

Mereka menggunakan cahaya ini dengan cara yang agak cemerlang untuk membingungkan dan mengalihkan perhatian predator, dan juga untuk menarik makanan. Mereka bahkan menggunakannya untuk berkomunikasi!

Meskipun mereka agak jarang seperti hewan peliharaan, tidak jarang menjaga mereka di rumah. Namun, keajaiban menyaksikan mereka di habitat alami mereka adalah sesuatu yang sama sekali berbeda, dan sesuatu yang setiap orang harus alami setidaknya sekali dalam seumur hidup mereka.

Paragraf berikut mencantumkan beberapa fakta menarik dan menarik tentang ikan senter yang menakjubkan.

sentry

Penampilan

 Ikan senter milik keluarga ikan Anomalopidae dan memesan Beryciformes.

 Ada tiga spesies di bawah keluarga ini, Anomalops katoptron (ikan sapu Splitfin), Photoblepharon palpebratum (eyelight fish), dan Photoblepharon steinitzi.

Ikan senter bervariasi panjangnya. Beberapa bisa selama 10 inci, sementara beberapa varietas tinier bisa kurang dari 5 inci.

Mereka biasanya berwarna gelap dan memiliki garis tipis yang melintang di tubuh mereka.

Namun, yang membuat ikan ini terpisah adalah organ bioluminescent yang berada di bawah mata mereka. Organ ini berbentuk seperti kacang, dan ikan bisa menyalakan dan mematikannya dengan mudah.

Habitat

Ikan nokturnal ini menghuni daerah dekat gua, bersembunyi di dalamnya pada siang hari.

Mereka lebih suka air hangat seperti Samudra Pasifik dan Hindia.

Ikan senter ditemukan dari barat samudra Indo-Pasifik ke selatan Jepang, dan juga di Great Barrier Reef di Australia.

Makanan

Mereka menggunakan organ penghasil cahaya di bawah mata mereka untuk menarik makanan mereka.

Meski cahaya yang dihasilkan oleh ikan ini terlihat magis, ada juga penjelasan ilmiah dibalik itu.

Organ bercahaya sebenarnya mengandung jutaan bakteri bioluminescent yang menghasilkan cahaya hijau terang. Cahaya ini bisa dinyalakan dan dimatikan dengan memutar bakteri ke dalam dan ke luar. Ikan ini suka makan zooplankton, ikan kecil, dan makhluk kecil lainnya.

 

Suhu air tangki untuk ikan ini harus antara 72 sampai 74 ° F. Suhu yang lebih tinggi dapat mempengaruhi kemampuan memproduksi cahaya dari bakteri.

Tangki harus minimal 20 galon per ikan. Semakin besar tangki, semakin senang ikannya.

Juga, ikan ini nokturnal dan bersembunyi di dekat gua di siang hari. Jadi pastikan ada cukup tempat persembunyian untuk mereka di dalam tangki.

Untuk memberi makan ikan, krill, udang mysid hidup atau beku, udang air asin, atau baby guppies cukup sesuai.

Lokasi tangki harus berada di ruangan yang gelap. Ikan ini lari dari cahaya, sehingga mereka membutuhkan kegelapan untuk bertahan hidup.

Meskipun ikan ini biasanya disimpan dalam tangki spesies tunggal, mereka memiliki kualitas yang baik dengan pasangan tangki berukuran sama dan tidak agresif seperti ikan Squirrelfish, Pinecone, dan Cardinalfish. Ikan senter juga tidak diketahui agresif.

Cahaya ini bisa dilihat dari jarak lebih dari 30 meter (100 kaki). Tidak seperti manusia yang bisa diciptakannya. Mereka mengedipkan lampu mereka sampai 50 kali per menit, terkadang lebih.

Ikan ini dikenal saling berkomunikasi dengan mengedipkan cahayanya. Mereka juga menggunakannya untuk mengalihkan predator. Mereka berenang dalam satu arah sambil mengedipkan lampu, lalu mematikannya dan berenang ke arah lain.

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *