0

Inilah Kebaikan Dan Kejahatan Kahlil Gibran

Tentang Kebaikan Dan Kejahatan, Salah seorang tetua kota datang kemudian, memohon padanya suatu uraian masalah kebaikan dan kejahatan serta mendapat jawaban :
Tentang kebaikan manusia aku bisa bicara
Namun tidak mengenai kejahatannya
Sebab, apalah kejahatan itu, selain kebaikan juga
Yang teriksa oleh lapar dan hausnya sendiri ?
Sebenarnyalah, jika kebaikan itu menanggung kelaparan
Dia mencari makanan walau sampai ke lorong lorong gelap pun
Danpabila dahaga, diaakan minum, walau yang di reguknya air beracun.
Engkau benar, pabila engkau satu dengan dirimu
Namun engkau bukannya jahat
Pabila engkau sedang tak mantap dalam dirimu
Sebab rumah yang telah terpecah belah
Bukanlah sarang kaum penjahat.
Melainkan : hanya rumah yang terpecah belah
Sebuah perahu tanpa kemudi, mungkin mengambang tanpa tujuan
Antara pulau pulau yang penuh bahaya, tanpa
Mesti tenggelam ke dasar lautan.
Engkau benar, pabila engkau berusaha memberikan dirimu
Namun engkau bukannya jahat
Pabila engkau masih mencari untung bagi dirimu.
Sebab , pencari untung di ibaratkan hanya sekedar
Pengisap susu bumi, ibarat akar
Buah pohon tak mungkin berkata pada akarnya
“Jadilah seperti aku, yang masak dan ranum ini “
Senantiasa memberikan kelimpahan hasilnya
Sebab, bagi sang buah, memberi adalah kebutuhannya
Sedang bagi sang akar, menerima adalah kebutuhannya
Engkau bear, jika bicara dengan penuh kesadaran.
Namun engkau bukannya jahat
Jikalau kau bicara sambil setengah tidur
Sedang lidahmu menggumm, tersandung sandung tanpa tujuan
Bahkan pembicaraan yang tertatih tatih, meraba raba.
Merupakan latihan penguat bagi lidah remaja
Engkau benar, jika tegap langkahmu dan benar tujuanmu
Namun engkau bukannya jahat
Jikalau kau meuju tujuan dengan langkah pincang.
Bahkan mereka yang menapak timpang
Tidaklah sama dengan yang berjalan kebelakang
Tetapi kau yang sigap perkasa dan sigap cekatan
Jagalah jangan timpang di depan si pincang.
Dengan mengira perbuatan itu mengandung kebaikan
Kebaikan dapat di ujudkan dengan erbagai cara
Dan kau belum tentu jahat bila sedang tidak baik
Engkau hayalah lamban dan ketinggalan.
Sayangnya memang, bahwa si kijang
Tak dapat mengajarkan kecepatan lari pada si keong
Dalam merindukan kesabaranmulah letak kebaikanmu
Dan kerinduan itu ada pada setiap manusia.
Pada beberapa di antaramu, keinginan atau rindu itu
Menggemuruh perkasa bagai arus yang menderas samudera
Membawa rahasia lereng bukit dan lagu rimba raya
Pada beberapa yang lain merupakan arus yang sekedar rata.
Hanyut berbaur denga tikungan dan sudut sudutnya
Masih pula berputar putar sebelum sampai ke muara
Tetapi janganlah ia yang ingin perkasa.
Berkata kepada yang ingin sederhana saja :
“ Mengapa kau begitu lamban dan terbata bata ? “
Sebab yang utama sesungguhnya
Tak akan mengajukan pertanyaan pada si tuna busana :
“ Di manakah pakaianmu ? “Mau pun tak sampai hati ia bertanya pada si tuna wisma :
“Rumahmu: apakah yang terjadi atasnya ? “

Sumber : (Kahlil Gibran, “Sang Nabi, Di Terjemahkan Oleh : Sri Kusdyantinah )

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *