0

INILAH KEUTAMAAN BERDZIKIR DAN GOLONGAN ORANG YANG BERDZIKIR

INILAH KEUTAMAAN BERDZIKIR
Pada keyakinan penganut thariqat, tiap tiap manusia tak lepas dari 4 perkara , yaitu : Pertama manusia itu kedatangan bala, kedua kedatangan nikmat, ketiga berbuat taat dan ke empat melakukan dosa atau berbuat dosa.
Dan selama manusia itu mempunyai napsu yang turun naik, pastinya ia akan mengerjakan salah satu dari 4 perkara tersebut, jika saja ia lupa kepada Allah maka nikmat akanmembawa kesombongan padanya, takabur dan tinggi hatinya.
Dan jika ia teringat kepada Allah, pada waktu menerima nikmat itu, sipatnya akan berlainan sekali dan ia akan bersyukur kepada Allah yang akan membawa kepada hal atau kelakuannya bertambah baik lagi.
Dengan alasan inilah para penganut thariqat mempertahankan zikir, tidak saja dalam arti mengingat Allah dalam hati, tetapi menyebut nama Alllah dalam lisannya untuk melatih anggota badannya.

Sebab segala ibadah yang tidak di kerjakan dengan di sertai mengingat Allah , maka ibadah itu akan kosong melompong dan hampadari pahala yang sebenarnya.

Oleh sebab itu dalam zikir ini pun haruslah di lakukan dengan penuh kesadaran hati dalam mengingat Allah.
Dzikir menurut ajaran thariqat haruslah di lakukan dengan penglihatan hati atau bathin dan timbuldari pemikiran yang paling dalam.
Hal ini di tegaskan oleh syaikh Ahmad bi Muhammad bin Abdul Karim bin Abdurrahman bin Abdullah bin Ahmad bin ‘Isa bin Al Husein bin ‘Atha’illah Al Iskandary dalam Al Hikam : Yang artinya “ Tidak akan terjadi ( Terlahir ) Dzikir kecuali timbul dari pemikiran dan penglihatan bathin “.

  • Dan selanjutnya beliau pun membagi macam orang yang berdzikir kepada Allah menjadi dua bagian, sebagamana beliau katakan : Yang artinya, “ Segolongan orang kaum cahaya iman mereka mendahului dzikir dzikirnya, dan sebagian lagi dzikirnya mendahului cahaya imannya.
  • Dan ada pula golongan yang bersamaan antara cahaya dengan dzikirnya dan ada pula kaum yang tidak ada dzikir dan tidak ada pula cahayanya.
  • Orang yang berdzikir agar hatinya bercahaya, maka ia di sebut ahli dzikir, sedang orang yang bersamaan dzikirnya dan cahayanya, maka dzikirnya dia mendapatkan petunjuk dan cahayanya dia dapat di ikuti.
  • Dan dua golongan orang yang berdzikir kepada Allah, kedua golongan tersebut adalah :
    Golongan Mahzub, yaitu golongan orang orang yang mendapat caaya iman secara langsung dari Allah tanpa harus di dahului dengan berdzikir lebih dulu, sehingga apabila ia berdzikir, dalam rangka mencari cahaya iman itu. Dan ia tak akan mengalami kesukaran atau halangan yang berarti golongan ini sebagaimana yang di sebutkan dalam Al Qur’an “ Yang artinya , Allah menentukan rahmatNya kepada siapa yang di kehendakiNya dan Allah mempunyai karunia yang besar” ( Q.S. Ali Imran : 74 ).
  • Golongan salik, yaitu golongan yang sebelum mendapatkan cahaya iman harus di dahului dengan berdzikir terlebih dahulu, sehingga dalam melaksanakan dzikirnya itu aia banyak mengalami kesukaran kesukaran atau hambatan hambatan terutama yang datangnyaddari napsu.

Inilah keutamaan berdzikir Akan tetapi, berkat perjuangan dan ketabahannya, akhirnya ia dapat mencapai apa yang di cita citakannya, yakni keridhoan Allah SWT.
Golongan ini sebagaimana yang di sebutkan adalam Al Qur’an : Yang artinya, “Dan orang orang yang berjihad untuk ( Mencapai keridloan,) kami, benar benar kami tunjukan kepada mereka jalan jalan kami”. ( Q.S. Al  An kabut :69 ).
Itulah berdzikir dan kemanpaatannya serta goolongan dari orang orang yang berdzikir dalam rangka mencapai keridloan Allah SWT seperti yang di harapkannya, semoga bermanpaat dan di berkahi, penulis. ( Berbagai sumber ).

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *