0

Jenis Infeksi Penyakit Gangren

Jenis Infeksi Penyakit Gangren, Infeksi Gangren adalah suatu kondisi yang merupakan komplikasi nekrosis, yang ditandai dengan kematian sel dan pembusukan jaringan tubuh. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi atau iskemia. Dengan demikian, kondisi ini disebabkan oleh suplai darah yang cukup mencukupi karena trombosis atau karena infeksi oleh Clostridium perfringens. Ini adalah kondisi serius yang dapat menyebabkan komplikasi fatal jika tidak ditangani secara prioritas.

 

Gangren kering

Penyakit gangren kering pada dasarnya terlihat di bagian distal anggota badan akibat iskemia, yaitu jumlah cukup darah yang mencapai jari kaki dan kaki pasien lansia. Ini umumnya akibat dari arteriosklerosis, yaitu pengerasan dinding arteri, karena ada gangguan aliran darah.

Dengan demikian, gangren kering umumnya dilihat sebagai akibat hilangnya darah ke bagian tubuh karena alasan non-bakteri. Orang-orang yang memiliki gangguan aliran darah perifer karena gangguan peredaran darah, seperti penyakit vaskular perifer atau karena diabetes, memiliki risiko lebih besar terkena gangren kering. Gangren kering adalah proses yang lambat dan dengan demikian, menyebar perlahan sampai jaringan tidak cukup jumlah oksigen untuk bertahan hidup.

Ada garis pemisahan antara jaringan gangren dan jaringan sehat. Setelah beberapa saat, ada pendalaman dari garis ini, diikuti oleh pemisahan lengkap dan akhirnya terjatuh dari jaringan gangren, kecuali jika diangkat melalui operasi.

Jenis gangren ini disebut begitu karena mengerut, kering dan hitam gelap, seringkali menyerupai daging mumi. Jaringan mengambil warna kehitaman karena pembebasan hemoglobin dari sel darah merah hemolyzed, yang ditindaklanjuti oleh hidrogen sulfida yang dihasilkan oleh bakteri yang membentuk sulfida besi hitam.

Gejala infeksi gangren kering meliputi sensasi dingin yang terasa dingin di daerah yang terkena. Karena kekurangan pasokan darah di wilayah ini, ada pucat yang terlihat juga. Jika kondisi ini didiagnosis cukup dini, maka proses ini bisa dibalikkan dengan operasi vaskular. Namun, begitu nekrosis masuk, jaringan yang terkena harus dikeluarkan seperti halnya dengan gangren basah.

Gangren basah

Dalam kasus gangren basah, jaringan terinfeksi oleh mikroorganisme saprogenik, seperti Clostridium perfringens, yang meluruh jaringan, menyebabkan pembengkakan dan bau busuk. Gangren basah biasanya berkembang dengan cepat karena penyumbatan aliran darah vena atau arterial.

Daerah yang terkena dampak menjadi jenuh dengan darah stagnan yang membantu mendorong pertumbuhan bakteri yang cepat. Racun yang dilepaskan oleh bakteri menyebar melalui aliran darah, menyebabkan septikemia. Bagian yang sakit pada gangren basah adalah lunak, edematous, busuk dan tidak ada garis demarkasi yang jelas antara jaringan sehat dan jaringan gangren.

Gangren basah terjadi pada jaringan dan organ yang lembab secara alami, seperti mulut, saluran gastro-intestinal, paru-paru, leher rahim dan vulva. Salah satu contoh umum gangren basah adalah luka baring, karena ini terjadi pada bagian tubuh seperti sakrum, bokong dan tumit, terlepas dari kenyataan bahwa ini bukan daerah yang lembab.

Gangrene Gas

Infeksi Gangren adalah kondisi yang serius dan merupakan keadaan darurat medis. Jika perawatan gangren tepat waktu tidak dijatuhkan, maka ada kemungkinan amputasi akan menjadi satu-satunya pilihan yang tersisa. Dengan demikian, perawatan segera sangat penting saat menghadapi infeksi ini.

Gangren gas juga dikenal sebagai myonecrosis Clostridial, karena disebabkan oleh bakteri Clostridium. Bakteri ini menyebabkan terbentuknya gas dalam jaringan. Kondisi ini sangat parah dan merupakan keadaan darurat medis. Infeksi gangren gas dapat menyebabkan myonecrosis, produksi gas dan sepsis di dalam tubuh. Kondisi ini akhirnya berkembang menjadi toksemia dan syok sangat cepat, yang cukup fatal. Clostridium umumnya ditemukan di usus sebagai bagian dari flora normal usus.

Namun, eksotoksin yang dilepaskan oleh sel-sel ini sangat kuat dan inilah yang menyebabkan nekrosis jaringan. Hal ini terjadi bila ada luka terbuka dan bakteri masuk melalui luka. Mereka terus berkembang biak di jaringan nekrotik dan mengeluarkan toksin. Perlakuan umumnya melibatkan debridement dan eksisi, dan jika perlu, amputasi.

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *