0

MATI ATAU FANA’ DALAM PANDANGAN THAREQAT

Mati Atau Fana’ Dalam Pandangan Thareqat, Musyahadah masuk ke dalam hati seorang hamba Allah yang telah melakukan mujahadah fil ibadah dengan cara memfana’kan dirinya terlebih dahulu, megikhlaskan dirinya dalam beribadah dan menghilangkan sifat sifat yang menjadi penghalangnya Musyahadatur Rabbaniyah.
Karena itu, ada pula yang mengatakan bahwa musyahadah dapat di capai melalui pintu mati, hal ini di dasarkan pada sabda Rasulullah SAW, yang artinya : “ Matilah sebelum engkau mati”. Dan Dalam ktab Hikam, Abu Mu’jam mengatakan : yang artinya “ Barang siapa yang tidak merasai mati, niscaya ia tidak dapat pula melihat atau musyahadah Al Haqqu Ta’alaa”.
Dan yang di maksudkan mati di sini adalah ddalam pengertian hidupnya hati, dan tiada saat kehidupan hati melainkan pada saat matinya hawa napsu, jadi arti mati dalam pengertian ini adalah matinya hawa napsu.

4 Tingkat Mati Dalam Thareqat

Selanjutnya jalan yang di tempuh untuk sampai pada musyahadah dengan Allah melalui pintu mati ( Dalam pengertian matinya hawa napsu untuk hidupnya hati ) dapat di tempuh pada empat tingkat :

  • Mati Tabi’i
    Menurut sebagian ahli Thariqat, bahwa “ mati Tabi’i terjadi dengan karunia Allah pada saat dzikir qalbi di dalam dzikit Lathaif, dan mati Tabi’i ini merupakan pintu pertama musyahadah pertama dengan Allah SWT.
  • Mati Ma’nawi
    Menurut sebagian ahli Thariqat,bahwa mati ma’nawi ii terjadi dengan karunia Allah pada seseorang salik saat melakukan dzikir Lathifur ruh dalam dzikir Lathaif, terjadinya itu sebagai ilham yang tiba tiba Nur ilahi terbit dalam hatinya, ketika itu penglihatan secara lahir menjadi hilang lenyap dan mata bathin menguasai penglihatan.
  • Mati Suri.
    Mati suri ini terjadi karena karunia Allah Juga, pada seseorang salik saat melakkan dzikir Lathifus sirri dalam dzikir Lathaif, pada tingkat ketiga ini seorang salik telah memasuki pintu musyahadah dengan allah,Segala keinsanan lenyap atau fana’ dalam wujud yang gelap di telan oleh alam ghaib atau alam malakut yang penuh dengan Nur cahaya,dalam pada ini, yang baqa’ adalah Nurullah , Nur Shifatullah,Nur Dzatullah dan Nurun ala Nurin.
  • Mati Hissi.
    Ini terjadi dengan karunia Allah pada saat seseorang salik melakukan dzikir Lathifatul hafi dalam dzikir Lathaif, pada tingkat ke empat ini seorang salik telah sampai pada tingkat yang lebih tinggi untuk mencapai ma’rifat sebagai maqam tertinggi.

Demikianlah yang dapat penulis sampaikan dan semoga dapat bermanpaat dan di berkati , salam penulis

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *