0

Misteri ghaib batu keramat !

Misteri ghaib batu keramat !. Wah ! di kirain hanya ada makhluk – makhluk tertentu dalam alam dan dunia lain , eh tak tahunya , makhluk – makhluk tersebut dapat berdiam dalam berbagai bentuk dan menghuni apa saja yang ia suka, tujuannya  ? tentu saja akan menakuti dan menyesatkan manusia yang lemah imannya.

Ya, dalam dunia mistik dan ghaib, para makhluk halus memang dapat menjadi apa saja, dapat berdiam di mana saja yang mereka mau, pada kayu – kayu besar apalagi yang sudah berumur ratusan tahun, he he itu menjadi pusat kota bagi mereka ! juga pada daerah lembab, semacam pada jurang – jurang terjal yang jarang terjamah manusia dan juga pada batu – batu besar dan juga lainnya.

Di samping itu, mereka pun dapat merubah rupa mereka, apa menjadi tampan dan cantik, atau dalam bentuk binatang semisal ular besar, ular kobra harimau jejadian dan lainnya, ih , kita rasa enak juga ya bisa seperti itu ! he he pada suatu saat , mungkin saja ia berdiam dalam tubuh kita, he he katanya itulah yang di sebut kesurupan !

Misteri ghaib batu keramat

baker

Tetapi pada kebanyakannya, mereka biasanya menghuni pohon – pohon besar dan batu, di mana hal tersebut sering di jadikan kepercayaan bagi seorang yang percaya akan hal tersebut, he he sayangnya lebih jauh dari itu , mereka seakan mengagungkan dan memujanya, wah ..wah gawat kan ?

Ada sebuah cerita dan juga kisah nyata , berkenaan dengan batu besar yang di anggap keramat tersebut, ya batu besar itu di kelilingi rumput dan ya, kelihatannya sudah agak berlumut, sedikit menyeramkan memang ! katanya sih , jika kebetulan kita dapat melihat penghuni dari batu besar tersebut, ia akan berwujud sosok tinggi besar , berbulu hitam lebat dengan sorot mata tajam seperti api dan penampakan ngeri dan menakutkan lainnya.

Konon, nih kata sidudung, Ia mengenal siapa yang ada dan menghuni batu besar tersebut, ia bercerita, saat kecil ia suka main dekat batu besar tersebut, ya, sambil mengembalakan domba miliknya yang kala itu memang hal itu umum di lakukan para warga.

Tetapi katanya, suatu hari , ia sendirian dekat batu besar tersebut, nggak biasanya, teman – temannya nggak ada, ia asyik saja sendiri, bersandar pada batu besar tersebut , Terasa tersapu agin yang begitu nikmat, matanya merasa kantuk yang amat sangat dan iapun tertidur

Apa yang terjadi ?

Ia , merasa nggak tidur, tetapi ia merasakan seakan ia di tengah kota, terperangah si dudung, ia menggosok matanya ,tapi yang ia rasa itu bukan mimpi ! di mana aku ? tanyanya dalam hati.

Ia hanya melihat gedung – gedung yang megah tinggi menjulang, rasanya belum pernahia melihat kota semegah itu ! Orang – orang aneh, begitu yang ia rasa , berseliweran di jalan yang mulus dengan hot mix tebal , bagus sekali ! ya, aneh kan , dudung lihat orang – orang bermuka pucat berjalan seperti di alam manusia tapi tak satupun yang memperdulikannya. Ah di mana aku ? tanyanya sekali lagi dalam hatinya, sampai ia tersentak .

Seseorang bertanya “ Hei anak manusia, sedang apa kau di sini  ? dudung gelagapan, he he ya , yang bertanya itupun wajahnya pucat seperti mayat, dalam hati ia bergidik ngeri. Ia berusaha menjawab “ Aku nggak tahu , tahu –  tahu aku ada di sini ! jawabnya.

Orang berwajah pucat itu manggut – manggut “ Begitu ! katanya. Lalu ia melanjutkan “ Sekarang pergilah kembali ke alammu , ini bukan alammu, dan jika kau terlalu lama di sini , kau tak akan dapat kembali ke alammu “ ia menjelaskan, dudung terkesiap, ia takut sekali, ia hanya menatap orang itu dari sudut matanya, ia seperti merasakan sedang berbicara dan menatap mayat, ih , ngeri  ia ketakutan.

Orang itu tertawa “ Hei anak manusia, berjalanlah kesana, jangan menengok kebelakang, dan kau akan kembali ke alammu, alam manusia, katanya sabil menunjuk pada arah yang ia tunjukan, nggak banyak pikir dudung bergegas bagkit dan mengikuti petunjuk orang tersebut, lalu apa selanjutnya ?

Dudung merasakan ia terbangun dari tidurnya, dan ia masih bersandar pada batu besar tersebut, ia segera bangkit dan menghalau domba – dombanya untuk pulang, ia merasa ketakutan, napasnya terengah , ia ingin segera sampai rumah dan menceritakan apa yang ia alami tadi, ia hanya berpikir, apakah itu yang di sebut alam ghaib, siluman dan dedemit ia percepat langkahnya, dan ia ceritakan itu pada warga dan…yang terjadi adalah mereka menyembahnya, dudung hanya geleng – geleng kepala, berpikirkah manusia – manusia itu ? tapi , lalu ia tersenyu, “ biarlah aku dan kalian mempunyai keyakinan yang berbeda – beda kamu adalah kamu dan aku dengan keyakinanku atas apa yang aku yakini , penulis.

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *