0

Misteri ghaib penghuni pohon aren

Misteri ghaib penghuni pohon aren, Kadut pernah ceritakan akan keangkeran yang ia lihat pada pohon aren, kadang orang –orang tak satupun yang percaya mungkin mereka juga akan melihat penampakan ghaib penghuni pohon aren !

Tetapi , biarlah , suatu  mereka akan mengalaminya sendiri apa dan bagaimana penghuni ghaib pohon aren tersebut ! itu yang ada dalam pikiran kadut.

Lalu , apa yang Kadut lihat pada pohon aren tersebut, ah, rasanya sungguh tak dapat ia percaya, ya, kadut yang memang nggak percaya akan hal – hal yang ia anggap takhayul dan mistik tersebut, sampai suatu hari..

Kadut yang berjalan sendiri melintasi pohonaren, yamg memang kebetulan berada tepat di pinggiran jalan, tempat biasa orang lewat, di sekeliling pohon aren memang rimbun dengan semak dan juga pohon lainnya yang tinggi dan lebat, sekilas .

Memang terasa hawa angker di tempat tersebut, tetapi lain cerita, kadut yang nggak percaya akan hal – hal yang seperti ia bilang tadi sebagai mistik,klenik dan takhayul tenang saja rupanya, di benaknya nggak terlintas sedikitpun akan hal – hal misterius.

ajig

Suara dari balik pohon aren

Dan ia menghentikan langkahnya sejenak, ia rasa –rasanya mendengar sesuatu ! ya  ia dengar suara walaupun pelan, seperti suara kesakitan “ Ah, apa ada seseorang yang sakit, atau ia terluka ? tanyanya dalam hati.

Matanya memandangi sekitar pohon aren besar , nggak jauh di dekat ia berdiri, tetapi hening, nggak ada siapa – siapa ! “ Ah , ataukah itu hanya peasaanku saja, seakan aku mendengar suara ,padahal mungkin suara itu datang dari jauh dan terbawa angin ? lagi – lagi ia bertanya pada dirinya sendiri.

Dan, ia tak hiraukan, dan ia langkahkan kaki, walaupun ia menghentikannya untuk yang kedua kali, ia memiringkan kepalanya, mendengarkan suara yang ia dengar lagi dengan seksama, ya, benar ! itubukan suara dari jauh, tetapi yang ia rasa suara rintihan tersebut berasal dari balik pohon aren ! itu yang kadut duga.

Siapa orang di balik pohon aren ?

Kadut merasa yakin, ya itu adalah suara manusia, merintih seakan sedang merasakan kesakitan, tetapi siapa , atau ada seorang penduduk kampung yang sakit dan duduk di balik pohon aren ? kakinya pelan melangkah, melangkah mendekati pohon aren yang tinggal beberapa langkah lagi di depannya, memandang pada balik pohon aren, ya, seseorang sepertinya sedang duduk, Kadut melihat kepala seseorang yang duduk bersandar di balik pohon aren tersebut, lega rasanya, dan kadut melangkah mendekati orang tersebut, ya siapa tahu , ia sedang butuh pertolongan.

Pelan tetapi pasti, kadut mendekat , dan orang daribalik pohon aren itu tetap merintih, perlahan kadut berada tepat di belakang orang tersebut, kadut tak hiraukan desioran angin yang tiba – tiba besar dan menggoncangkan daun – daun dari pohon yang ada di tempat tersebut, yang ia rasa hanyalah kepenasaran saja.

Tepat di belakangnya, Kadut menyapa orang yang bersandar tersebut “ Ki sanak lagi apa , apa yang terjadi atau ki sanak sakit ? tanyanya. Orang itu tak bergeming hanya sedikit menundukan kepalanya, terdengar ia menjawan pertanyaan kadut dengan suara serak dan berat “ Nggak apa – apa ki sanak, aku hanya sedang berteduh” katanya datar.

Kadut mengangguk, tetapi ia rasanya tak mengenal suara itu, ya , ia kenal suara dari para penduduk , “ Ia bukan orang sini rupanya ! itu yang terlintas dalam pikiran Kadut, saat orang itu berbicara dan membuatnya terkejut !

“ Ya, aku memang bukan orang sini, he ..he “ kali ini ia tertawa berat. Kadut theran darimana orang itu tahu akan kepenasaran dalam hatinya , sekali lagi kadut terkejut.

“ Jangan kaget ki sanak, aku tahu apa yang kau katakan dalam hatimu, dan namau Kadut bukan ? dan kadut makin heran dan terkejut, memberanikan diri ia bertanya “ Ya , aku Kadut, tetapi siapa ki sanak dan orang mana ? tanyanya.

“ He he orang itu tertawa, masih dengan suara beratnta, agak seikit merintih “ Aku bukan orang mana , tetapi aku orang sini, tempat tinggalku di sini, tak kah kau lihat ? orang itubalik bertanya. Kadut heran” Lha, di mana ki sanak, di sini nggak ada rumah, lalu mana rumah ki sanak ? Kadut melontarkan pertanyaannya.

Lagi, orang misterius itu tertawa “ He he , ya, aku lupa kau tak tahu, aku tinggal di pohon aren ini, itulah rumahku ! katanya, dan jika kau pewnasaran akan aku, lihatlah aku ! seakan orang itu memerintah.

Kadut melongo, perlahan orang itu membalikan badannya, dan kadut dengan degup jantungnya yang tiba tiba seakan berdegup kencang memandang orang tersebut, masih ada tanya “ Siapa dia ? dan sampai sedikit demi sedikit kadut melihat apa dan siapa orang iti, membuatnya bergidik atas apa yang ia lihat, ini bukan mimpi , apa ini benar, dan kadut yang selam ini tak percaya , kali ini tidak, ia rasa kakinya seakan berat , lunglai dan ketakutan menjalari hatinya “ Oh Tuhan ! jeritnya.

Ya, apa yang kadut lihat, wajah orang itu berlumur darah, ah mengerikan, telinganya pun seoerti meruncing ke atas, seperti binatang dan yang lebih mengerikan lagi, heh ! orang itu mempunyai taring yang keluar dan tertetesi darah, sangat mencekam dan mengerikan.

Pemandangan ngeri tersebut membuat Kadut berkunang – kunang, mual, ngeri dan ketakutan melandanya, dan saat makhluk menyeramkan itu bangkit , ia masih sempat berlari dan akhirnya tumbang di tengah jalan, ya, sampai orang – orang membawanya ke rumah, saat ia siuman ia ceritakan apa yang terjadi dan, para warga malah tertawa “ Mana ada atuh Dut, mungkin kamu kurang istirahat dan pusing lalu pingsan” kata mereka sambil tertawa, Kadut diam, biarlah sesuatu mesti menjadi bukti andai merekapun mengalaminya, tetapi ia masih ingat , bagaimana raut muka penghuni pohon aren itu dan ia bergidik ngeri, HI..yy !

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *