0

Misteri Ghaib Perjalanan Ke 6

Misteri Ghaib Dunia Lain Perjalanan ke 6, Dan aku tahu , berita itu, berita yang terjelaskan tentang tasbih semua alam , alam yang samar untuk kita dengarkan bertasbih, memuji dan memuja tuhannya , Tuhan yang agung lewat kesempurnaanNya, begitulah Dia bertutur akan adaNya, keadaan yang seringkali menjadi pertanyaan banyak manusia, tentang sebuah kebenaran.

Dan aku pun begitu, sebuah tanya besar yang mengangkasa, mengarungi antariksa, dengan pesawat hati yang terkemudikan gelombang air kebimbangan tak usahlah itu berlalu, semua pasti adanya, hanya saja waktu seakan terus mengurungku, mengurung untuk sebuah tanya dan jawaban yang selalu di tunggu, benarkah semua itu ?.

Perjalanan ke 6, semua tergambarkan , dengan helaian daun yang beterbangan , sukakah dia, hijau , melayukan diri dan lalu mati ?, tak perlu bertanya lagi itulah tasbih alam yang tergambarkan, sebuah kehidupan adalah torehan waktu yang terisi perjalanan dan tahukah kawan sebenarnya ia bertasbih, tasbih kepada tuhan dengan pengorbanannya!.

Yusabbihuu maa fissamaawaati  wal’ardhi wahuwall qowyyul’aziiz . Semua yang ada di langit dan di bumi bertasbih kepadaNya, Dialah Maha Kuat dan Maha Perkasa, kalamullah yang tertera dan mengangkasa , dan aku harap kawan,  semua akan terpatri di dada dan tak lagi sangsi karenanya. Kesangsian yang tak perlu aku dapatkan manakala sebuah kepastian ada dan nyata di depan mata.

Lalu aku mencari air mati , di sungai dan kali kali, mencari sebuah kebenaran sejati atas idzinNya, seperti yang kita dengar selama ini, dan sang kali bicara, jangan dengarkan ! itu adalah sebuah kebohongan, bukanlah mati yang harusnya tergambarkan, tetapi aku bertasbih kepada tuhan yang harus kau lukiskan lewat do’a dan pengharapan.

Dan aku pergi, mencari lagi , mencari pohon yang kau tebang dan lalu mati, dan ia katakan “ Bukan seperti itu kawan, sebab kematian adalah menuju jalan, jalan untuk menemuiNya, dan aku bertasbih dengan tunas baruku  semoga ia tumbuh dan berkembang memuja Tuhan, dan janganlah salah jalan !.

Dan aku masih ragu semua itu, menanyai gunung menjulang tinggi dan jawabannya pun sama, tak perlu engkau bertanya lagi, bukankah aku tasbih ilahi, dengan ketinggian dan keagunganNya dalam bertasbih, dan aku nanar , pingsan dan lalu tak sadar , hanya ilalang yang menyaksikan gelapnya sebuah kesadaran dan lalu terang , dan sempat aku dengarkan semua alam bertasbih kepadaNya, bumi, langit , tumbuhan dan binatang serta apa yang ada di dunia, sebelum aku sadar dan semua aku benarkan , dan aku bertasbih kepadaNya, Dialah Tuhan Yang Agung dan memiliki segalanya, salam penulis

 

 

 

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *