0

Misteri Kisah Sang Penunggu Ikan

Misteri Kisah Sang Penunggu Ikan, Cerita akan ada dan beredar , andaikata ada sumber dari kisah tersebut, terlebih kisah kisah misteri yang jarang orang pula mengalaminya, dalam arti tak setiap orang pernah mengalami kejadian ghaib, aneh dan kadang tak masuk di akal, paling yang ada bagi si pelaku kisah hanyalah rasa takut akan apa yang di alaminya, dan seakan itu adalah hal yang meyeramkan bagi dirinya.

Begitupun yang pernah di alami Tukimin, seorang penunggu ikan, ya tukimin terkenal tak punya rasa takut menghadapi malam yang gelap , dan ia pikir “ Apa sih yang perlu di takutkan ? ya dan itu wajar tukimin beranggapan seperti itu , karena biasanya sebelum sesuatu hal ghaib terjadi , eh malah kita sudah membayangkan ini atau itu menurut cerita orang orang dan entah pula kebenarannya, dan yang terjadi kita sudah mati kutu duluan oleh perasaan takut, yang akhirnya karung urea yang putih dan tersapu angin pun kita anggap hantu atau kuntilanak yang sedang terbang , tetapi itulah manusia dan keadaannya.

Dan,Tak terkecuali dengan malam itu, tukimin pergi seorang diri menunggui ikan ikan di kolam majikannya yang bernama Oong, he he antik juga tuh nama majikan tukimin ya ? he he ya itu mungkin di sesuaikan dengan wajah pak Oong ini, alias orongoh atau dalam bahasa indonesia mah di sebut tongos, he he nggak apa apa setiap manusia mempunyai wajah yang berbeda dan itu tetaplah anugerah tuhan bukan ?

Tukimin , segera menuju kolam pak oong ini, ia takut sebagaian ikan ikannya akan kabur, bagaimana tidak , tadi sore hujan lebat sekali , siapa tahu air dari kolam kolam pak Oong meluap kan bisa berabe, tetapi ya , ia bersyukur apa yang ia takutkan tak terjadi, di sekitaran kolam nampak gelap, hening dan basah oleh bekas hujan tadi sore.

Syukurlah tak meluap “ batin Tukimin , ia duduk di saung yang ia buat untuk menunggui ikan , ya, beratap genting sehingga air hujan tak masuk , dan ia bisa duduk dengan tenang , meyeduh kopi yang biasa ia simpan sebagai persediaan, di sudut kolam tampak sesuatu menyembul, dan tukimin tahu itu, ya musang air yang akan memangsa ikan ikan di kolam , dengan alasan itulah tukimin menunggui kolam ikan pak Oong, jika tak di tunggui , maka habislah ikan ikan itu tiap malam di lahap sang musang air ini ! danpanen akan gagal , bahkan pernah gagal total, tak bersisa !

Ia hanya mengambil batu dan melemparkannya sehingga sang musang air itu segera pergi karena terkejut, menghisap rokok dalam dalam, memutar radio yang ia bawa sebagai teman dan ia asyik , sampai sesuatu yang mengherankannya terjadi ! ya , ia melihat sesuatu lagi dan ini berwarna putih,” Ah bandel amat kau musang air ! umpatnya, mengambil batu dan melemparkannya tepat ke arah sosok putih tersebut.

Dan, ia menyeruput kopi yang hangat, dan Tukimin terkejut talala bunyi “ Tak! Terdengar dan batu yang ia lempar tadi kembali , hampir saja mengenai kepalanya andai ia tak cepat menghindar ! “ E ada apa ini ! batinnya heran, ya mana mungkin batu dapat kembali begitu saja 1 dan ia coba melihat sosok putih yang masih ada, seakan bergoyang goyang, perlahan tuimin bangkit, persiapkan pedang panjang yang ia bawa untuk berjaga jaga . ia tersentak ada suara cericit dari sosok putih itu , agak melompat ia saking kagetnya “ Hei, siapa kamu, atau akhluk apa kamu ? tanyanya dalam keheningan malam, tak ada jawaban.

Apa Dan Siapakah Sosok Putih Tersebut ?

Tukimin memandang sosok putih itu seakan tak berkedip, baru kali ini ia melihat hal seperti itu, buluromanya seakan berdiri begitu saja tanpa ia komando, danada rasa gentar yang ia rasa paa malam ni dan tidak pada malam malam sebelumnya ! sosok itu tiba tiba seakan membesar sebesr kucing “ Ah , apakah aku yang salah lihat ? tukimin seakan bertanya pada dirinya sendiri.

Dan ia tatap sosok putih itu tajam tajam , dan ia kaget , jantungnya seakan terlepas , degupnya tak menentu, apa yang ia lihat sobat misteri ? ya, ujud putih itu membesar menjadi sebesar domba dan seakan aan mau mendekati tukimin, Tukimin teringat akan senter yang ia bawa, ragu ia nyalakan dan menyorot pada apa yang membuatnya merasa takut dan, makhluk itu membesar lagi seakan akan sebesar kerbau dan tukimin takut bukan kepalang , taklala ia dapati dalam cahaya terang lampu senter yang di pegang dan  menyorot pada sosok putih yang tadi kecil dan sekarang menjadi seekor kerbau.

Ya, sobat, jelas nampak dari wajah makhluk menyeramkan tersebut, wajahnya berbulu lebat, dan ia menyeringai dengan taring taring tajam yang seakan ia perlihatkan pada tukimin,  lalu cuping dari telinganya yang panjang dan meruncing ke atas jga dari sorot matanya yang seakan menembus ulu hati Tukimin yang gemetar,, hanya ia sendiri dan hening makin menerpa rasa takut yang Tukimin rasakan saat ini.

“ Apa itu ? ia bertanya pada dirinya dalam gemeretak gigi yang ketakutan, dan ia lihat makhluk itu mendekatinya, dari jarak 10 meteran , dan ia lihat ia seakan membesar lagi dan siap untuk melahapnya dengan taringtaringnya yang seakan haus darah, alam etakutan Tukimin masih sadara dan ia coba lepaskan rasa takut dengan berteriak di tengah malam, seakan akan ingin ada orang yang bangun dan enolongnya , dan ia larikan tubuhnya sekuat tenaga, dan ia tak sadar lagi, sampai esok hari pak Oong menemukannya tergeletak di pematang sawah, salam penulis.

 

 

 

 

 

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *