0

Misteri penunggu Kali Macan

Katanya itu terjadi pada malam jum’at kliwon, saat itu ia biasa mencari ikan di malam hari, dan memang kebiasaannya seperti itu, jika senggang dan merasa jengah di rumah , maka yang koli lakukan adalah mencari ikan di kali walau malam sekalipun ! dan sampai beberapa waktu yang lama ia lakukan itu bukan saja di malam jum,at kliwon saja di mana ia bertemu langsung dengan si penunggu kali tempat di mana ia mencari ikan seperti biasa.
Saat itu ia asyik menancapkan batang batang bambu yang telah ia beri kail dengan seutas tali benang nylon, setelah di beri umpan maka ia tancapkan batang bambu yang biasa di sebut teger ini di pinggir kali, di tancapkan agak dalam , agar jika ada ikan yang kena tak terbawa ikan dan hanyut ke dalam kali.

Asyik rasanya, dan ia merasa tak seperti biasanya ia menangkap ikan, tetapi kali ini terasa gampang dan mudah, sebab tak lama kail kail atau teger yang ia pasang terlihat mengenai sasaran dan ikan kena kail , itu jelas dari benang nylon yang terentang sebagai pertanda bahwa kail teger yang ia pasang ada ikan yang kena, koli tahu itu, sebab sudah terbiasa ia tahu teger yang ada ikannya atau tidak meskipun kail teger itu bergerak gerak tetapi yang tak ada ikannya akan berbeda dengan kail teger yang ada ikannya, lalu ia menarik kail teger itu , dan, betul saja ! seekor ikan besar berusaha berontak dan koli cepat angkat ke atas , melepaskan kail dan memasukan ikan besar itu pada ember yang biasa ia bawa sebagai wadah.

Tapi sayang ! koli tak ingat dan sadar , bahwa malam itu adalah malam jum’at kliwon! Ia malah semakin asyik dengan apa yang di lakukannya, mengisi umpan pada kail teger dan memasangnya kembali , ya ia lihat ember yang ia bawa sudah terisi setengahnya dengan ikan ikan yang ia dapat.

Dan saat koli merasa cukup dan bersiap untuk pulang , tiba tiba ia seakan akan ada yang mengawasi, ia menengok kiri kanan , “ ah tak ada siapa siapa “ pikirnya “ Tetapi apa dan mengapa , aku merasa seakan akan ada yang mengawasiku “ batinnya. Ia tak berpikir jauh sebab ia rasa itu hanya perasaannya saja, apalagi di malam sepi, koli mengemasi kail teger dan mengikatnya, ia raih ember beranjak akan pulang, saat tiba tiba sesuatu bayangan besar melintas, tersentak dan kaget “ apa itu, ia berhenti , menengok sekeliling dan, sepilah yang ada .

Hanya semak belukar yang seakan terdengar berderak, menaikan bulukuduknya yang langsung berdiri, dan ia mencium aroma bunga kemboja, koli sekali lagi heran sebab di sana tak ada bunga kemboja, “ ia tak sempat berpikir , saat tiba tiba sesuatu yang menyeramkan muncul di hadapannya, ia terkesiap dan untung tak jatuh pingsan, ia hanya terpaku menyaksikan apa yang ada di hadapannya.

Ya, sosok yang tak ia kenal dan asing bagi dirinya selama ini, sosok itu tingg besar , bermata merah dan menyala , sekujur tubuhnya seakan bersisik seperti ikan, tetapi  wajah makhluk itu amat menyeramkan , ya ia lihat wajah makhluk itu seakan cadas dan tak seperti kulit manusia, keningnya menonjol percis seperti alien yang ia lihat dalam film di televisi., dan juga sobat misteri telinga makhluk tersebut tak terlihat seperti telinga kebanyakan , tetapi rata dengan kepala “ ah ia merasakan pening dan juga ketakutan yang luar biasa ! ingin rasanya ia berlari tak perduli pada ikan ikan yang telah ia tangkap, tetapi tak bisa, kakinya seakan memaku tanah, tak bergeming !

Makhluk itu memandangnya , amat menyeramkan dan yang koli rasa seakan ia sudah mati di terkam makhluk atau sosok seram tersebut, dan ah ia terkejut baru ia tahu bahwa di bawah pangkal lengan sosok seram tersebut terdapat sirip , ah jantungnya semakin cepat berdetak ! mati aku , makhluk apakah ini ? jeritnya dalam hati, tak bisa teriakan tolong yang ada tetaplah rasa takut yang mencekam.

Perlahan sosok seram itu melangkah dan seakan tanah tersapu oleh langkahnya, sreek ! sreek ! itu yang terdengar saat sosok seram itu melangkah di sertai angin yang tiba tiba berhembus , koli pejamkan mata, tak kuasa ia menatap sosok seram yang melangkah ke arahnya. Dekat, semakin dekat , dan sekarang yang tercium koli adalah bau anyir , ingin iarasanya muntah , dan sosok seram itu semakin mendekat dengan sorot matanya bak bara api yang akan membakarnya !

Koli , tak ingat , apa yang di lakukan sosok seram itu, ia hanya merasa sosok seram itu merengkuhnya dan bau anyir semakin kuat tercium, ia tak sadar akan apa yang terjadi selanjutnya, ya, koli sadar saat ia telah terbaring di kerubungi warga di rumahnya, ya, masih untung ia masih dapat berteriak saat hampir ia pingsan , dan untung pula ada warga yang mendengar dan melihat dari arah mana teriakan itu , hingga di dapati tubuh koli hampir hanyut, setengah badannya sudah berada di dalam air, ah untung saja sebab jika tak ada yang menemukan ,entah bagaimana nasib si koli , dan dari kejadian tersebut koli tak mau lagi pergi ke kali , ia seakan kapok dan selalu di bayangi oleh sosok seram yang hampir merenggut nyawanya, dan dari kejadian tersebutlah kisah si penungu kali yang menyeramkan itu ada, salam penulis.

 

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *