0

Misteri ulat hama Tanaman

Ulat tanaman, sepertinya itu tak berarti apa apa, apalagi jika kita lihat dari bentuk tubuh dari hama yang menjengkelkan kita ini, ya bagi petani dia termasuk musuh yang akan merusak tanaman yang ia tanam, lama sudah ia tertanam , di siangi di beri pupuk dan di beri obat supaya tumbuh pesat dan menghasilkan panen yang melimpah, tetapi jika tanaman di serang hama , apa boleh buat tanaman layu dan lalu mati, ya pasti akan sangat menjengkelkan !

Seperti Apakah Hama Itu ?

Kita mungkin tak akan pernah menyangkanya, ia berjalan merayap dan lamban, lalu tubuhnya pun seakan rentan, tetapi di balik itu kita tak menyangka , hanya dalam satu malam saja tanaman yang kita tanam akan habis dan hanya akan menyisakan potongan dari tanaman yang kita tanam ! ajaib memang !

Dan karena itulah ada yang mengkonotasikan dengan jelmaan atau merupakan perwujudan makhluk halus ! tetapi apakah hal itu benar benar terjadi ataukah hanya sekedar ilusi ? dan cerita misteri ini bergulir begitu saja , ada yang bilang ya dan ada juga yang tidak ! ya versi yang berbeda yang nyata dan yang tidak, yang percaya dan tak percaya !

Kejadian apa yang menimbulkan cerita itu ada ?

Ya, segala sesuatu tergantung akan pemahaman kita sendiri, karena kita sendirilah yang akan menjawab akan hal kebenaran dan ketidak benaran yang ada dan seakan masih dalam tanda tanya ! tetapi peristiwa bercerita , Adung yang bercerita, ia katakan ia amat sangat jengkel dengan hama yang satu ini, tak mau juga reda meskipun berbagai obat ia coba, ya , memang banyak yang mati , tetapi seakan ia hidup lagi dan menyerang lebih ganas dari sebelumnya, dan itu memancing kemarahannya.

Esok hari ia tangkapi satu persatu hama melata ini, menusuknya seperti sate dengan kemarahannya, banyak yang ia dapat , satu kantong keresek ia dapat , tambah lagi hingga satu karung, wah, hama yang luar biasa kita dengar ! dan ia buang hama yang sudah mati itu ke kali yang mengalir tak jauh dari lahan pertaniannya, dan semoga hama ini tak datang lagi, itu yang ia harapkan.

Lalu , adung pulang, mati kau hama sialan ! umpatnya, lalu siang berganti, malam yang dingin menembus tubuh , dan adung masih duduk di teras rumah  saat ia tersentak dan seakan tak percaya !apa sebabnya sobat ? hama itu ternyata datang , satu , dua dan semakin banyak memenuhi teras rumahnya, dan ia rasakan bulu kuduk seakan berdiri , rasa takut menerpanya dan ia cepat masuk rumah dan mengintip dari balik gorden jendela.

Ia merasakan tubuhnya gemetar, angin bertiup , tak terlalu kencang tetapi seakan mencekam , dan seakan hama itu akan menyerangnya, ya mungkin akan balas dendam akan perbuatannya tadi siang, Adung semakin gemetar, ia lihat hama itu naik kejendela , lemas rasanya ia rasakan, memenuhi kaca kaca dan untunglah semua jendela terkunci rapat, tetapi tetaplah ketakutan itu seakan tak mereda , ia ingat apa yang ia lakukan terhadap makhluk yang ia anggap hama itu, “ Mungkinkah mereka akan balas dendam  ? pikirnya , ngeri ia pikirkan itu.

Dan Adung makain kaget , seakan Ia mendengar suara suara seperti berkata kata satu sama lainnya, tapi siapa ? ia tak melihat siapa pun di luar sana, kecuali dari hama yang ribuan jumlahnya, ia dengar seakan mereka berkata dengan marah , menuntut balas akan kematian teman temannya tadi siang, Adung menyesal , ingin rasanya ia menangis,  hanya saja ia mendengar suara yang menyeramkan yang seakan berkata “ Biarkan ia minta maap, dan jika tidak ia akan kita ambil  ! suara itu sungguh menakutkan , ia terduduk, lututnya seakan akan tak mampu menopang tubuhnya, malam makin dingin , lalu ia mengintip lagi dari balik jendela , dan ia lihat satu persatu hama itu hilang seakan terbawa angin, aneh dalam sekejap seakan hilang tak berbekas, padahal tak mungkin hama itu melakukannya dengan cara ia berjalan yang lambat dan merayap !.

Dalam ketakutan ia berucap “ Maapkan aku, dan tak akan aku ulangi lagi “ lalu ia pergi ke kamar dan tertidur , dalam mimpi seakan hama itu berujud , memanggil manggil dirinya dan menyalahkannya, dan mereka akan membawanya, dan adung berteriak dalam mimpinya, “ Jangan, jangan ! Tolo..oong !  dan malam tetaplah hening, salam penulis.

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *