0

MURAQABAH DALAM TASHAWWUF

Sebagai kelanjutan dari khalwat yang tujuannya adalah untuk selalu hadir hati dengan Allah, maka dngan sendirinya ia akan selalu merasakan dalam pengawasan Allah , berarti ia telah memasuki alam muraqabah.

Muraqabah adalah salah satu ajaran tashawwuf yang bertujuan memantapkan segu hakikat untuk mencapai ma’rifat billah, menurut kaum shufi adalah keadaan seseorang meyakini sepenuh hati bahwa Allah selalu melihat dan mengawasi kita, tuhan mengetahui segala gerak gerik kita bahkan apa saja yang terlintas dalam hati kita.

Demikian menurut al Qusyairi, dan selanjutnya al Qusyairi berkata : yang artinya “ Muraqabah adalah bahwa hamba tahu sepenuhnya bahwa tuhan selalu melihatnya “ ( Ar Risalah Al Qusyairiyah ).

Terhadap orang seperti inilah , Allah akan senantiasa memeliharanya dari perbuatan maksiat, dalam hal ini para ahli tashawwuf berkata , yang artinya : “ Barang siapa yang muraqabah dengan Allah dalam hatinya, maka Allah akan memeliharanya dari berbuat dosa pada anggauta tubuh “ Ar Risalah al Qusyairiah ).

Itu berarti bahwa, orang yang selalu muraqabah dengan Allah , pasti ia tak akan melaukan dosa lagi, karena Tuhan telah menjauhkannya ia dari perbuatan dosa, berlainan dengan orang orang munafik, ia takut dan di awasi orang lain, jadi kalau tidak d lihat orang lain maka beranilah ia membuat dosa di setiap kesempatan.Dan muraqabah ini menurut para ahli shufi ada tiga tingkatan sebagaimana yang di sebutkan oleh Syaikh Ahmad al Husni dalam Kitab Iqadhul Himam, yaitu :

– Muraqabah Qalbi, yaitu kewaspadaan dan peringatan terhadap hati, agar tidak keluar kehadirannya dengan Allah.
– Muraqabatunur, yaitu kewaspadaan dan peringatan terhadap ruh, agar selalu merasa dalam pengawasan dan pengintaian Allah.
– Muraqabah sirri, yaitu kewaspadaan dan peringatan terhadap sir ( Rahasia ), agar selalu memperbaikiadabnya dan meningkatkan amal ibadahnya.

Berkatalah Ahli tashawwuf, yang artinya : “Bahwa jauhnya seorang hamba dari tuhannya, hanya karena buruk adabnya atau tingkah lakunya, dalam hadits Qudsi.
Allah SWT berfirman yang artinya : “ Hai hambaku, jadikanlah Aku tempat perhatianmu, niscaya aku penuhi pula perhatianmu, di mana aku ada karena kemauanmu, maka engkau itu berada di tempat jauh dariku.

Di mana kamu ada karena kehendakKu ( Allah ) maka engkau berada di dekat Aku, maka pilihlah yang lebih baik pada dirimu “.

Demikian ajaran tashawwuf tentang muraqabah yang di jelaskan dalam kitab ar Risalah al Qusyairiah dan Iqadhul himam sebagaimana yang di nukil oleh DR Mustafa Zahri dalam bukunya “ Kunci Memahami Ilmu Tashawwuf”. Semoga dapat bermanpaat. (Berbagai sumber )

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *