0

Penyebab muntah pada Bayi

Penyebab muntah pada Bayi, Muntah bisa menjadi penyebab kekhawatiran. Misalnya, muntah apa yang ia amakan pada bayi juga bisa berbahaya, karena bisa mengindikasikan beberapa kondisi medis serius.

Muntah ada tiga jenis, yang terjadi pada bayi. Asam lambung (refluks), posseting dan muntahan makanan . Tipe pertama yang disebut reflux, terjadi ketika katup yang mengontrol masuknya makanan dari kerongkongan ke perut terbuka di antaranya dan memungkinkan isi perut masuk ke kerongkongan dan keluar melalui mulut.

Refluks biasa terjadi pada bayi dan kebanyakan dari mereka mengatasi kondisi ini saat mereka menjadi balita. dimana bayi memuntahkan sejumlah kecil makanan yang tertelan, tepat setelah menyusui.

Yang paling parah di antara ketiga tipe tersebut adalah muntah proyektil, yaitu keluarnya makanan yang dikonsumsi bayi.Muntah makanan pada bayi.

jmn

JMuntah ini ditandai dengan keluarnya makanan secara paksa dalam jumlah yang cukup banyak. Muntah itu dikeluarkan dengan kuat. Hal ini lebih sering terjadi pada bayi, tapi juga bisa dilihat pada orang dewasa.

Muntahan makanan terkadang dianggap normal, tapi bila terjadi secara teratur, itu bisa menjadi indikasi beberapa kondisi medis serius.

Bayi yang diberi ASI dan bayi yang diberi susu botol rentan terhadap jenis muntah ini. Jika bayi Anda menunjukkan gejala berikut bersamaan dengan muntah makanan yang ia makan yang terjadi terus-menerus, Anda harus berkonsultasi dengan dokter spesialis anak sesegera mungkin.

  • Dehidrasi seperti mulut kering dan lemas
  • Bayi terlihat tidak sehat atau tampak kesakitan
  • Batuk atau tersedak
  • Terlihat lapar setelah muntah
  • Perut kembung
  • Sensitif dan berat badan turun
  • Terdapat empedu atau darah dalam muntah

Penyebabnya

Meskipun, gastroesofagus dikatakan sebagai salah satu penyebab umum muntah pada bayi, tetapi jarang terjadi pada bayi denganmemuntahkan makanan yang ia makan.

Menyusui dianjurkan untuk bayi tersebut, pengobatan tidak diberikan saat bayi menderita kondisi ini ! seiring bertambahnya usia. Pada beberapa bayi, alergi susu bisa menjadi alasandari hal tersebut.

Penyebab muntah makanan yang lebih serius pada bayi adalah terserang  flu perut atau gastroenteritis, yang merupakan infeksi usus yang disebabkan oleh virus.

Kondisi medis serius lainnya yang terkait dengan jenis muntah pada bayi adalah stenosis pilorus, yang ditandai dengan penebalan otot (otot pilorus) yang terletak di bagian bawah perut, di mana ia membuka usus kecil.

Dalam kasus tersebut, otot pilorus yang membesar mencegah makanan masuk ke dalam perut kecil. Hal ini menyebabkan muntah makanan tepat setelah menyusui atau setelah beberapa jam makan.

Gejala dari kondisi ini termasuk tangisanyang terus menerus dari bayi,  tidak bernafsu  makan makanan, mengi, kenaikan berat badan yang lambat, serta dehidrasi akibat muntah.

Di katakan ,tiga dari setiap 1000 bayi mengalami kondisi ini, dan banyak terjadi pada bayi lelaki. Biasanya, kondisi ini terjadi setelah empat sampai enam minggu kelahiran.

Dapat diobati dengan pyloromyotomy, operasi bisa dilakukan untuk meredakan penyumbatan. Pada beberapa bayi, muntah pmakanan  disebabkan oleh kelainan bawaan pada saluran usus.

Pencegahan

  • Beri makan bayi dengan sedikit makanan, tapi tingkatkan frekuensi makan.
  • Bayi harus berada dalam posisi tegak saat memberi makan dan setidaknya dua puluh menit setelah menyusui.
  • Penting untukmembawa bayi Anda ke dokter anaksegera , pencegahan lain yang dapat anda lakukan adalah:
  • Tepuk punggung bayi saat menyusui, sehingga ia bersendawa. Hal ini mengurangi tekanan lambung di perut, yang bisa menyebabkan muntah dan pencegahan lainnya.

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *