0

Ramadhan, Perjalanan Atau Penderitaan ?

Ramadhan, Perjalanan Atau Penderitaan ? Ramadhan adalah bulan yang di berkati atau bulan dengan banyak berkah dan seakan lain dari bulan bulan biasanya, dan tentu saja , bulan ini akan sangat berbeda dan lain dari bulan bulan yang biasa kita lalui sampai pada batas ujung bulan ruwah dan akhirnya masuk pada bulan ramadhan ini.

Dan apa yang membedakan bulan ramadhan ini dengan bulan lainnya ? ada banyak salah satunya ya melaksanakan kewajiban agama islam dari rukun islam yang ke empat , yaitu melaksanakan ibadah puasa atau shaum di bulan ramadhan ini !

Dan tentu dalam kualitas pun ini akan sangat berbeda , sebab di bulan ini kesucian amat sangat di jaga, serta mengisi waktu saat siang dengan hal hal yang berguna dan akan menunjang amal amal yang kita lakukan sebagai bagian tambahan pahala selain dari ibadah shaum ini.

Lalu , ya di sore hari saat menjelang buka puasa , meski agak lapar tetapi ada segunung kebahagian yang kita rasakan . yaitu mendapatkan kemenangan dalam mengatasi rasa haus dan lapar sedari tadi pagi sampai kita menunggu untuk berbuka sekarang , dan ada yang lebih lagi, remaja beriman biasanya akan berkumpul dalam ikatan remaja mesjid , berdiskusi agama dan hal hal yang maslahat untuk agama dan ummat serta visi misi ke depan bagi kebaikan berbangsa dan beragama.

Dan sungguh , hal hal tersebut agak kurang jika bukan pada bulan ramadhan, dan ya , rasa haus dan lapar bukanlah sebuah penderitaan, rasa haus dan lapar adalah pengabdian dari ujian keimanan kita .

Sebagai tolok ukur dan juga berpuasa adalah mengaktifkan indera perasaan kita agar merasakan perasaan orang lain di saat lapar,di mana hal itu pun lepas dari perasaan kita pada saat di luar bulan ramadhan , dan kita hanya mementingkan kita tanpa merasakan apa dan bagaimana yang orang lain derita.

Ramadhan pun sebagai perjalanan , dan perjalanan itu begitu amat sangat berat untuk kita rasakan, bagaimana tidak ! apa yang biasa kita makan, minum dan tersaji tiap pagi, siang dan sore hari sekarang tak ada lagi,dan itu bukanlah karena tak terbeli, tetapi karena itu dapat kita nikmati saat berbuka nanti, ya perjalanan yang melelahkan pada awalnya.

Dan perjalanan selanjutnya adalah , perjalanan mengendalikan diri, ya , coba sobat rasakan dan bayangkan apa yang sobat rasakan saat berpuasa, lapar iya , ngantuk dan juga lemas iya , tetapi ada satu lagi yaitu sensitifnya emosi kita saat melakukan ibadah puasa ini.

Di mana sesuatu akan cepat naik ke kepala dan menimbulkan emosi dan di sinilah dasarnya puasa, selain membersihkan diri , juga mengendalikan emosi  dan kita dapat tertawa selepasnya, bukankah itu bagian dari cara menyehatkan jiwa dan raga kita bukan ?

Coba anda bayangkan , berpuasa dapat mengurangi asupan asupan yang terlalu banyak , dan dapat kita asumsikan sebagai diet dalam agama serta proses pengendalian diri dan emosi adalah bagian cara sehat prilaku yang mana di bulan lain seakan kita tak pedulikan itu , padahal begitu amat sangat menyehatkan yang namanya shaum ini! di samping multi guna, berpahala dan juga merawat kesehatan tubuh dan jiwa kita , subhanallah !

Ramadhan Dan Penderitaan

Ramadhan di sebut bulan ibadah, pengabdian dan ujian serta penderitaan . dapat kita mengerti jika kita menilik proses yang terjadi , tetapi ada makna yang terdalam dari barisan kata kata tadi, penderitaan yang bukan penderitaan , tetapi sebagai contoh hidup dan keteladanan dari jiwa jiwa yang lapang seperti yang tuhan firmankan, dan kita beruntung dapat ada dalam ruang lingkup ramadhan yang banyak berkah ini, dan filosofi hidup pun seakan mengalir di dalamnya “ di mana ada kemauan pastilah ada perjuangan walau terasa pedih dan lelah untuk menjalaninya, tetapi pada akhirnya akan ada sebuah kemenangan yang kita puas untuk menikmatinya “ sebagai kemenangan ibadah dan keimanan

Sisi lain Bulan ramadhan

Banyak sisi baik dari bulan suci dan penuh berkah ini, shalat terawih yang menimbulkankehangatan dan kebersamaan lebih dan tak dapat kita saksikan pada malam bukan selain ramadhan , di mana mesjid di padati jamaah, dan setelahnya di lanjutkan dengan apa yang di sebut tadarrus Al Qur’an terlebih pada akhir bulan ramadhan ini, kebahagiaan jelas terpancarkan

Juga ada harapan mendapat bagian ridha tuhan atas apa yang kita sebut malam lailatul qodar atau malam seribu bulan, di mana amal yang kita lakukan akan di tambah beribu kali lipat kebaikan oleh tuhan ! sungguh bulan yang penuh berkah dan ampunan !

Dan juga biasanya masyarakay dhu’afa kebagian berkah , atas apa yang di namakan buka bersama bersama anak anak yatim piatu atau orang orang terlantar , berbagi, berbahagia dan saling kasih sayang , itu sejatinya !

Dan akhir dari bulan ini pun tak kalah hebat dan indah , di mana malam takbiran terisi dengan lantunan takbir dari setiap penjuru , mengagungkan allah Swt sang pemilik dan pencipta kita semua dengan kebesarannya, beduk yang di tabuh keliling kampung sambil membaca takbir , dan esoknya di akhiri dengan shalat iedul fiti sebagai akhir dari puncak bulan ramadhan.

Lalu bersalaman sebagai tanda saling memaafkan dan diri fitrah kembali , kembali suci menjadi diri kita dan semoga dapat kita pertahankan sampai pada bulan ramadhan yang akan datang, semoga saja, marhaban yaa ramadhan , salam penulis 16.

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *