0

RENUNGAN: PERTAPA BERTASBIH

Renungan : Pertapa Bertasbih, Mendengungkan ribuan lebah, bersama memuji bumi,menciptakan tera – tera dalam setiap lapal do,anya.

Dan berat untuk kita menanyakannya “ Mengapa dan untuk siapa ? dan lalulah angin , menyibakan setiap helai rambut ..dan mengisahkan bagaimana ia berjalan, melewati titian di tepian jurang , lembah bahkan dalam tapal batas hidup.

 

renungan“ Segeralah..tak akan ada waktu lagi, apabila rambut telah memutih dan gigi tak tampak lagi , sebelum senyap dalam kematian,sebelum tak ada lagi untuk di korbankan sebagai kain hidup yang tersisa.

Dan juga dari ribuan rayap yang menghantarkan sang kayumenjadi sisa dari jasad bumi, sebagai sebuah kefanaan.

Telanjangilah mata hati seperti menelanjangi dirimu sendiri, sehingga segala sesuatu tampak untuk kita telusuri,sebagai saksi – saksi “ Semua akan binasa “, dan kita tak pernah punya apa – apa lagi.

Yang tersisa hanyalah rasa malu yang selalu dan senantiasa mengakui segala titipannya atau dari mata yang terpejam yang terkadang di salah artikan, sebagai sebuah kesalahan akan terangnya alam.

Sesungguhnya “ Kegelapan di mata adalah melihatnya mata hati yang terus bersinar dan selalu mencari sebagai penglihatan dari yang seutuhnya “Tak pernahkah engkau bertanya ? bagaimana kita melihat , sesungguhnya kepalsuanlah yang terlihat mencabik zaman dan memperolok – olokan kebenaran.

Lihatlah dirimu sebagai dirimu, dengan matamu..rasalah hatimu dengan rasamu ,fikirkan fikir dengan fikirmu, semua akan terbahasakan “ Aku tak mampu melampaui tepiannya sebagai batas!dan aku perlu pertolongan keagungan tuhan”.

Berjalanlah dengan kakimu dan bukan dengan bayangannya, seandainya kau tahu dan mampu , perjalanan ini begitu panjang, berat dan melelahkan , begitu banyak parit – parit tempat membuang penderitaan atau pusara – pusara yang menguburkan rasa sakit juga kedengkian.

Dan begitu banyak kebaikan yang terpugardari rasa iri dan juga balas dendam.atas photo – photo yang telah terobek bagian – bagiannya karena ketidak adilan zaman Dan mulailah bertasbih mengucap nama tuhan sebagai sebuah keagungan dan juga maha raja yanhg sempurna.

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *