0

Sistim kerja galvanometer

Sistim kerja galvanometer, Pada tahun 1820, fisikawan Denmark, Hans Christian Oersted mencatat bahwa jarum magnetis dibelokkan saat bersentuhan dengan arus listrik. Pengamatan ini akhirnya menjadi prinsip dasar kerja sebuah galvanometer.

Pada tahun yang sama, fisikawan Jerman, Johann Schweigger mengerjakan prinsip ini dan menghasilkan galvanometer pertama. Kredit untuk penemuan galvanometer gergaji bergerak pertama, yang banyak digunakan bahkan sampai sekarang, masuk ke fisikawan Prancis, Jacques Arsene D’Arsonval. Beberapa tahun kemudian, Edward Weston membuat beberapa perubahan pada desain ini dan melakukan improvisasi.

Dalam elektronika, galvanometer adalah instrumen yang digunakan untuk mendeteksi dan mengukur arus listrik. Tidak mengherankan bahwa kebanyakan orang tidak tahu bagaimana cara kerjanya karena kita jarang menggunakan perangkat ini dalam kehidupan kita sehari-hari.

Cara kerja Galvanometer

Galvanometer bekerja berdasarkan transduksi elektromekanik, yang merespons arus yang dikenakan pada dasar kekuatan arus dan laju alirnya.

Selain dua faktor ini, juga merespons rangsangan apapun, yang memperkuat arus, atau penyumbatan, yang memperlemah arus. Di antara berbagai jenis galvanometer.

Dua Cara Kerja Galvanometer

Pindah-koil galvanometer dengan koil dipasang pada pivot atau ditangguhkan oleh strip logam tipis.

Pindah-magnet galvanometer dengan jarum yang terpasang di pivot itu sendiri menjadi magnet permanen yang dikelilingi oleh koil.

Bila instrumen dikenai sumber arus searah, arus mengalir melalui koil. Aliran muatan ini menghasilkan medan magnet di sekitarnya, yang beraksi melawan magnet permanen dan membuat gulungan koil dan mendorong ke arah pegas.

Fluktuasi, pada gilirannya, menggerakkan pointer, yang mengindikasikan skala yang menunjukkan arus listrik. Arah arus melalui koil secara langsung menentukan arah putaran, sedangkan kekuatan arus menentukan jumlah rotasi.

Untuk memastikan bahwa medan magnetnya seragam, potongan kutub harus dirancang dengan hati-hati. Gagal melakukannya akan menghasilkan defleksi sudut yang tidak proporsional dari pointer ke arus.

Galvanometer telah digunakan sejak abad ke-19. Meskipun teknologi modern telah memperkenalkan beberapa perangkat serupa yang membayangi perangkat ini dalam aspek-aspek tertentu, namun tetap menjadi salah satu pilihan paling disukai saat mendeteksi atau mengukur arus listrik yang mengalir dari dan ke sumber.

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *