0

SYARAT – SYARAT, SUNAT DAN YANG MEMBATALKAN WUDLU

Dalam agama islam di atur tatacara – tatacra dalam melakukan ibadat, tak terkecuali sebelum melakukan kewajiban rukun islam yang ke dua yaitu shalat, sebelum shalat kita di harus kan berwudlu, dan apa wudlu itu :

  • SYARAT – SYARAT WUDLU.
    Syarat – syarat wudlu adalah sebagai berikut :
    Orang islam.
  • Tamyiz ( Yaitu orang yang dapat membedakan baik buruknya pekerjaan ).
  • Tidak berhadats besar.
  • Menggunakan air suci lagi mensucikan.
  • Tidak ada sesuatu yang menghalangi air sampai pada kulit anggota wudlu.
  • Mengetahui perkara yang wajib dan yang sunnah.
  •   SUNAT – SUNAT WUDLU.
    Membaca basmallah.
  • Membasuh telapak tangan.
  • Berkumur  kumur.
  • Membersihkan lobang hidung.
  • Mendahulukan yang kanan dari yang kiri.
  • Menyapu seluruh kepala.
  • Mengusap kedua telinga luar dalam.
  • Membasuh anggota wudlu, sebanyak 3 ( Tiga ) kali.
  • Menyela – nyela antara jari tangan dan kaki.
  • Membaca kalimah syahadat selesai wudlu.
  • Membaca do,a sesudah wudlu.

YANG MEMBATALKAN WUDLU.

  • Adapun yang dapat membatalkan wudlu adalah :
    Sesuatu yang keluar dari qubul dan dubur.
  • Hilang akal sebab mabuk, gila dan tidur lelap.
  • Terjadi persentuhan antara kulit atau tubuh laki – laki dengan perempuan yang bukan muhrimnya dan tanpa tutup atau pemisah.
  • Menyentuh qubul dan dubur dengan telapak tangan yang tidak pakai tutup atau pemisah baik kemaluan sendiri atau pun orang lain.
  • Tidur yang tidak tetap kedudukannya.

 WUDLU MENURUT HUKUM,

  • artinya membersihkan anggota wudlu untuk menghilangkan hadats kecil dengan air . Wudlu , merupakan syrat syahnya shalat, oleh sebab itu di haruskan berwudlu dengan baik dan benar.

FARDU WUDLU :

  • Ada 6 ( Enam ) perkara yaitu :
    Niat ( ketika membasuh muka ) dan lafadz niat wudlu adalah : “ NAWAITUL WUDLUU A LIRAF,IL HADATSSIL ASHGHARI FARDLAN LILLAHI TA,AALA “ Yang artinya : “ Aku berniat wudlu untuk menghilangkan hadats kecil , fardhu karena allah ta ,aala “.
  • Membasuh muka ( mulai tumbuhnya rambut kepala sampai di bawah dagu, dan telinga kanan sampai telinga kiri ).
  • Membasuh kedua tangan sampai siku – siku.
  • Mengusap sebagian rambt kepala.
  • Membasuh kedua kaki sampai mata kaki.
  • Tertib, ( Berturut – turut ) artinya mendahulukan yang dahulu dan mengakhirkan yang akhir.

Demikianlah yang dapat penulis sampaikan , adapun kekurangannya adalah kealfaan penulis sebagai manusia, semoga di berkahi dan bermanpaaat.

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *