0

Cerpen Tetaplah Aku Mencintaimu

Cerpen Tetaplah Aku Mencintaimu, Mencintai adalah memiliki, dengan kata lain ingin memiliki hal yang kita punya, dan itu tak terkecuali untuk memiliki dan di miliki oleh hati yang  ingin kita cintai dan sayangi, belajar berjalan meski perlahan , tertatih dan bangun lagi sebagai sebuah pelajaran, tak jatuh dan lantas putus harapan.

Tetapi jika saja cinta adalah sebuah kebuntuan, lalu di manakah kita dapat mengenali cinta sebagai cinta, dan untuk apa kita ingin memiliki pada awalnya ? dan sejarah telah di tuliskan , memahat dirinya dari jaman ke jaman dan tetaplah cinta tak pernah berbeda dan hanya berubah warna tanpa mengubah rasanya.

Tersenyum sendiri rasanya mengingat akan hal itu, dan beruntunglah Sandi, beruntung memiliki belahan hati yang tak beralih warna seperti yang ia sangka, cinta dan lalu meninggalkannya begitu saja. Dan wanita yang ia cintai juga adalah bunga yang tak lantas habis rasa karena sang kumbang yang menghisap madunya, ia tetaplah bunga yang selalu menyejukan mata dan indah untuk selalu ada dan kita punya, “ Terima kasih tuhan, Kau beri aku cinta yang sempurna” Sandi berdoa , syukur atas apa yang ia dapat dari seseorang yang mencintainya, Meutia.

Ya, ia dulu seorang yang gagah dan tampan , dan itu masih ia punya , saat ini pun. Dan ia masih ingat pula saat meutia mengubah hidupnya menjadi lebih indah dengan cintanya.Saat ia utarakan cintanya dan meutia malu malu menjawabnya, dan harapannya tak bertepuk sebelah tangan  !

Ia ingat pula, setahun berjalan ia bersama meutia, menyirami hati dan semakin menumbuhkan rasa yang ingin mereka miliki, sampai saat, ah sandi pening mengingat hal itu, hal yang hampir menanggalkan apa yang ia harap dari seorang meutia, dan juga hidupnya, sampai secara tak sadar seolah ia menghindari meutia, bimbang dan juga meragukan cintanya “ Ah , sandi mendengus , seakan beban yang ia dapatkan waktu itu datang dan megingatkan ! dan ia mengurung dirinya.

Dan meutia yang selalu ingin menjumpainya seakan terhalang, dan ia mengerti, ah sandi , apa yang ada dalam hatimu, meragukankukah ? itu  mungkin yang meutia tanyakan saat itu ! dan sandi hanya menangis, dalam hati ia bicara “ Ah meutia, maafkanlah aku , mungkin cintau hanya sampai sebatas ini,aku bukanlah yang dulu dan tak kau harapkan lagi.

Sandi yang tampan dan gagah seakan jatuh , dan kehidupan nnya seakan terenggut dengan apa yang ia alami , ya sebuah kecelakaan, hal tersebutlah yang patut di persalahkan j ! hal itu pulalah yang meniggalkan luka , dan sekarang ia hanya berjalan dengan sebelah kaki saja, ya amputasi adalah cara yang terbaik saat itu, kembali ia rasakan pening mengingat itu.

Tetapi , cinta meutia merubahnya, merubah pandangan akan cinta sesorang pada apa yang di cintainya, meutia tetaplah meutia tak pernah berubah ! mawar itu tetaplah tak menyisakan duri , ia tetap mencintainya, memapahnya untuk selalu berdiri dan percaya diri, memandang hidup sebagai hidup dan bukan merupakan sebuah kesalahan ! berkali sandi bertanya danjawabannya tetaplah sama, cinta tak akan pernah lukar oleh hal apa pun juga , dan sandi dapat merasakan ketulusan cinta meutia, dan ia bangun, bangkit untuk bediri oleh sebuah cinta. Dan meutia selalu menawarkan obat dari lukanya, memberi manis dalam kepahitan yang ia derita dan meutia berkata “ Sebuah cinta adalah harapan , dan jika saja ia akan tertanggalkan oleh suatu keadaan , itu bukanlah cinta tetapi sebuah kepalsuan ! seakan ingin sandi menangis mendengarnya dan ia masih mendengar meutia katakan yang lainnya “ Dan aku bukanlah cinta yang meruntuhkan sebuah harapan, aku berhak atas cintaku , memberi jembatan bagi seseorang yang memerlukan dan aku sayangi, dan jika kau tak percaya, aku menangis untuk itu ! meutia seakan bertanya, dan sandi hanya tertunduk dalam linangan airmatanya yang tak tertahankan , dan jatuh dalam bumi yang seakan peduli akan kepedihannya.

Dan ia tak meragukan itu, meutia yang aku sayangi, engkau tetaplah mawar dengan sejuta warana , melukisi hati dengan segala kebenaran dan bukan kepalsuan, terima kasih untuk itu,  semoga tetalpah engkau mencintaiku , dulu atau saat ini, menatap sang mawar di hadapannya dan sandi berkata “ aku tak meragukan mu meutia, maafkan aku “ senyuman meutia terlihat bahagia “ Terima kasih atas cintamu juga , aku tetaplah akan mencintaimu, dulu dan juga saat ini, tuntunlah cinta untuk berjalan bukan dengan sebuah kekurangan yang kita dapatkan , tetapi lebihkanlah cinta dengan berbagai harapan yang ingin kita wujudkan, hangat dalam dekapan “ Cinta tetaplah cinta, yang akan mencintaimu sampai nanti, sampai ia berwujud cinta seperti yang kita inginkan, salam penulis.

 

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *